Ringkasan Berita
- Wakil Wali Kota Kediri Gus Qowin hadir dalam Haul ke-2 KH M Douglas Thoha Yahya (Gus Lik) yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi di Ponpes Assa'idiyyah Jamsaren.
- Gus Qowin mengenang Gus Lik sebagai pengajar sederhana yang pengajiannya selalu ramai dan memberikan ketentraman bagi jemaah.
- Dalam tausiahnya, Gus Qowin mengajak jemaah mendoakan Kota Kediri agar tetap aman, tentram, dan guyub rukun.
- Gus Qowin menyebut Kota Kediri menduduki peringkat ke-8 Kota Paling Toleran di Indonesia berkat kekompakan seluruh elemen masyarakat.
- Acara dihadiri oleh sejumlah tokoh agama terkemuka seperti KH Anwar Iskandar, KH Ahmad Sholeh, dan pengasuh pesantren lainnya.
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wakil Wali Kota (Wawali) Kediri, Qowimuddin (Gus Qowin), menghadiri Haul ke-2 KH M Douglas Thoha Yahya atau yang akrab disapa Gus Lik, sekaligus peringatan Maulid Nabi, di Pondok Pesantren Assa'idiyyah Jamsaren, Kamis (20/8/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diisi dengan doa bersama serta tausiah oleh Gus Qowim.
“Alhamdulillah, kita bisa berkumpul semua di sini dalam keadaan sehat wal afiat. Kita semua dapat bersama-sama mengikuti Haul dari Gus Lik. Tidak terasa sudah dua tahun,” kata Gus Qowin.
Ia mengingat banyak hal tentang Gus Lik, termasuk pengajiannya yang banyak dihadiri jemaah. Bahkan, beberapa jemaah menyampaikan bahwa mereka mendapatkan ketentraman saat mengikuti pengajian Gus Lik.
“Mengajinya sederhana, namun yang hadir luar biasa banyaknya. Seperti apa yang dikatakan Rasulullah bahwa hadir di majelis seperti ini akan menghadirkan ketenangan, ketentraman, dan kedamaian,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Gus Qowim juga memohon doa kepada para jamaah agar Kota Kediri aman, tentram, dam guyub rukun. Dia juga menyampaikan bahwa Kota Kediri ada di peringkat 8 Kota Paling Toleran di Indonesia. Hal ini berkat kekompakan seluruh elemen di Kota Kediri.
“Semoga pengajian seperti ini juga menjadi sumber tentramnya Kota Kediri,” pungkasnya.
Turut hadir, KH. Anwar Iskandar, KH. Ahmad Sholeh, KH. Abdul Hamid, KH. Abu Bakar Abdul Jalil, Pengasuh Ponpes Al-Gozali, Desa Duwet KH. Jalaluddin yang akrab disapa Gus Jalal, serta tamu undangan lainnya. (uji/msn)










