Direktur YLBH FT Sebut Gresik Darurat Penyalahgunaan Narkotika

Ringkasan Berita
  • Direktur YLBH Fajar Trilaksana menyatakan kondisi penyalahgunaan narkotika di Gresik sudah memprihatinkan dan dapat dikategorikan darurat.
  • Kasus narkoba terus bermunculan dengan sidang harian di pengadilan, dan posisi Gresik sebagai daerah industri serta pelabuhan membuatnya menjadi sasaran empuk bandar narkoba.
  • Peredaran narkoba telah menyasar remaja dan pelajar, terbukti dengan banyaknya pelajar yang menjalani rehabilitasi dan terlibat sebagai Anak Berhadapan dengan Hukum.
  • Upaya pencegahan seperti sosialisasi bahaya narkoba di sekolah, instansi, dan desa perlu diintensifkan, termasuk tes urine rutin yang sebelumnya pernah dilakukan.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Direktur YLBH Fajar Trilaksana (FT), Andi Fajar Yulianto, menilai kasus narkoba di Kota Pudak semakin memprihatinkan. Ia menyebut Gresik dapat dikategorikan darurat penyalahgunaan narkotika. 

“Terus bermunculan kasus narkotika di Gresik terlebih kalau melihat fakta di Pengadilan Negeri setiap hari tidak lepas dari sidang pemeriksaan perkara narkoba, dengan kondisi seperti ini sekiranya Gresik dapat dikatakan darurat penyalahgunaan narkotika,” ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (6/8/2026).

Fajar menyinggung penangkapan 2 pegawai Dishub Gresik yang mengingatkan publik pada kasus penyimpanan ganja seberat 3,37 ton, dari Thailand di pergudangan Kecamatan Cerme oleh BNN dan Bea Cukai. 

“Fakta ini tak bisa dipungkiri, Gresik sebagai daerah industri, dan banyak pelabuhan menjadi sasaran empuk para bandar narkoba,” cetusnya.

Menurut dia, sasaran peredaran narkoba bukan hanya orang dewasa, tetapi juga remaja dan pelajar. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya pelajar yang menjalani rehabilitasi, serta Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dalam perkara narkoba.

Karena itu, Fajar mengajak pemerintah dan instansi terkait lebih intensif melakukan pencegahan dengan sosialisasi bahaya narkoba di sekolah, instansi pemerintah, perusahaan, hingga desa.

“Dulu setahu saya di instansi-instansi pemerintahan baik pemda maupun DPRD serta instansi lain dengan menggandeng BNN istiqomah menggelar tes urine setiap tahunnya. Apa langkah pencegahan seperti itu masih dilakukan saat ini?” paparnya. (hud/mar)