Batuk, Pilek, dan Demam Meningkat Beberapa Waktu Terakhir, Kenali Gejala dan Kelompok Rentan

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Kasus batuk, pilek, dan demam meningkat dalam beberapa bulan terakhir di tengah musim kemarau. Keluhan tersebut dipicu berbagai virus pernapasan yang masih beredar di masyarakat.

Virus yang bersirkulasi antara lain influenza, RSV, serta COVID-19 yang saat ini menunjukkan aktivitas lebih rendah.

Gejala yang muncul dapat berupa demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, hingga tubuh terasa lemas.

Praktisi kesehatan dr. Suci Nurika Haviza mengatakan, peningkatan kasus dipengaruhi perubahan musim dan meningkatnya aktivitas masyarakat.

Menurutnya, interaksi di lingkungan sekolah maupun perkantoran turut mempercepat penyebaran virus pernapasan.

"Daya tahan tubuh menurun akibat kurang istirahat, stres, serta pola makan kurang baik ikut meningkatkan risiko infeksi," kata dr. Suci, Rabu, 5 Agustus 2026. Ia mengingatkan masyarakat agar menjaga kondisi tubuh selama musim kemarau.

Masyarakat yang termasuk kelompok berisiko tinggi, lanjutnya, perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis apabila mengalami gejala berat.

Tanda bahaya yang perlu diwaspadai antara lain demam lebih dari tiga hari, sesak napas, dan penurunan kesadaran.

“Kelompok rentan mencakup bayi, balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis. Penderita asma, diabetes, penyakit jantung, dan PPOK juga memerlukan perhatian khusus,” ujarnya.

Pencegahan penularan dapat dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan sabun secara rutin serta mengenakan masker saat sedang sakit. Masyarakat juga dianjurkan mencukupi waktu istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Anak-anak juga dianjurkan melengkapi vaksinasi sesuai jadwal untuk meningkatkan perlindungan terhadap penyakit. Sementara itu, vaksin influenza dapat dipertimbangkan bagi orang dewasa, terutama mereka yang termasuk kelompok berisiko.

Menurut dr. Suci, keluhan batuk, pilek, dan demam tetap perlu mendapat perhatian dan tidak boleh dianggap sepele. "Segera periksa ke tenaga kesehatan bila sesak napas, demam berkepanjangan, atau kondisi semakin memburuk," ujarnya.

Berdasarkan pemantauan global pada minggu ke-29 tahun 2026, aktivitas virus pernapasan masih mengikuti pola musiman. Tingkat positif influenza secara global tetap berada di bawah 10 persen, sedangkan aktivitas SARS-CoV-2 masih rendah.

Di belahan bumi selatan, tingkat positif influenza di sejumlah wilayah tercatat mencapai sekitar 15 persen. Sementara itu, tingkat positif RSV juga dilaporkan masih rendah secara global.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan belum menemukan virus pernapasan baru yang menjadi penyebab wabah global. WHO tetap mendorong setiap negara memperkuat pemantauan terhadap influenza, RSV, dan SARS-CoV-2.