KOTA MALANG,BANGSAONLINE.com - BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang menegaskan kesuksesan bisnis tidak boleh mengorbankan integritas dan nilai-nilai moral.
Pesan tersebut mengemuka dalam kajian bertajuk "Naik Kelas Tanpa Kehilangan Arah" yang digelar HIPMI Syariah Community di La Luna Space, Malang, pada Selasa (5/8/2026).
Lebih dari 130 peserta yang terdiri atas pengusaha muda, anggota HIPMI, pelaku UMKM, profesional, hingga masyarakat umum hadir dalam forum bertema "Membangun Bisnis, Menjaga Iman, Memenangkan Kehidupan".
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Malang Hendi Suryo Leksono menegaskan organisasinya tengah membangun paradigma baru dalam pembinaan pengusaha muda.
HIPMI, kata dia, tidak hanya menjadi wadah untuk memperluas jaringan bisnis, tetapi juga mencetak pemimpin yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, dan kepedulian terhadap masyarakat.
"Pengusaha adalah penggerak ekonomi. Namun, keberhasilan tidak cukup diukur dari pertumbuhan usaha semata. Karakter, integritas, dan kemampuan menghadirkan manfaat bagi masyarakat harus menjadi fondasi utama. Kami ingin melahirkan entrepreneur yang naik kelas tanpa kehilangan arah," ujar Hendi, Jumat (7/8/2026).
Menurut Hendi, tantangan dunia usaha saat ini menuntut para pengusaha tidak hanya adaptif terhadap perubahan pasar, tetapi juga mampu mempertahankan nilai-nilai yang menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan bisnis.
Kajian tersebut menghadirkan entrepreneur sekaligus tokoh ekonomi syariah Ust. Muhammad Assad, M.Sc.
Dalam forum itu, peserta diajak melihat dunia bisnis dari perspektif yang lebih luas. Assad menekankan kualitas kepemimpinan sangat dipengaruhi kondisi hati seorang pemimpin.
"Banyak orang mengejar kesuksesan, tetapi melupakan ketenangan hati. Padahal keputusan besar dalam bisnis lahir dari hati yang tenang, pikiran yang jernih, dan hubungan yang baik dengan Allah SWT. Ketika hati tenang, tantangan berubah menjadi peluang untuk bertumbuh," katanya.
Mantan Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Selatan periode 2021–2024 itu juga mengapresiasi langkah HIPMI Kota Malang yang dinilainya menghadirkan pembinaan secara lebih utuh.
Menurutnya, organisasi tersebut tidak hanya mendorong peningkatan kapasitas bisnis, tetapi juga membentuk kualitas pribadi anggotanya agar menjadi pengusaha yang amanah, berintegritas, dan membawa keberkahan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai isu, mulai dari strategi menghadapi perlambatan ekonomi, menjaga etika dalam berbisnis, membangun kepemimpinan yang melayani, hingga menjadikan usaha sebagai sarana memberikan dampak sosial.
Ketua HIPMI Syariah Community Arief Budianto mengatakan tingginya partisipasi peserta menunjukkan pengusaha muda membutuhkan ruang belajar yang tidak hanya membahas strategi bisnis, tetapi juga nilai dan etika.
"Bisnis yang kuat lahir dari karakter yang kuat. Karena itu, kami ingin menghadirkan forum yang mampu menguatkan keduanya secara seimbang," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kelembagaan (OKK) BPC HIPMI Kota Malang Ica Purwatiningrum berharap keberhasilan kegiatan tersebut dapat memicu lahirnya lebih banyak komunitas aktif di lingkungan HIPMI, termasuk Womenpreneur HIPMI dan HIPMI Culinary Community. (dad/van)










