SPAM Sumber Dieng 2 Telan Rp60 Miliar, Perluas Akses Air Bersih Malang Selatan

MALANG,BANGSAONLINE.com - Investasi senai Rp60 miliar dari digelontorkan untuk membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sumber Dieng 2 di Kabupaten Malang.

SPAM yang berada di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, tersebut memiliki kapasitas 240 liter per detik dan tidak hanya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih SMA Taruna Nusantara Malang.

Dari kapasitas tersebut, sekitar 10 liter per detik dialokasikan untuk kebutuhan SMA Taruna Nusantara, sedangkan sisanya diproyeksikan melayani masyarakat di Kecamatan Pagak, Donomulyo, Kalipare, dan sebagian Bantur.

Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, H. Syamsul Hadi, mengatakan pembangunan SPAM tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat ketersediaan air bersih, terutama di wilayah yang selama ini menghadapi persoalan kekeringan.

“Untuk mendukung ketersediaan air bersih untuk sekolah Taruna Nusantara, mulai tahun ini sudah dilaksanakan pembangunan SPAM yang sumber airnya diambilkan dari Sumber Dieng 2 yang berada di wilayah perbatasan antara Kepanjen dan Gondanglegi,” ujar Syamsul Hadi, Sabtu (8/8/2026).

Saat ini, pembangunan SPAM Sumber Dieng 2 telah memasuki tahap akhir dengan progres keseluruhan mencapai sekitar 80 persen.

Tandon utama telah selesai dibangun, sedangkan pembangunan broncaptering sebagai bangunan penangkap mata air terus dikebut dan progresnya telah mencapai sekitar 50 persen.

“Insya Allah sesuai target tanggal 15 Desember 2026 harus sudah selesai semua,” tegasnya.

Syamsul Hadi mengatakan keberadaan SPAM berkapasitas 240 liter per detik tersebut diharapkan tidak hanya menjadi proyek penunjang kawasan pendidikan, tetapi juga bagian dari solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan di Malang Selatan.

“Jadi nanti akhir tahun ini bisa dioperasionalkan SPAM Sumber Dieng 2 bagi sekolah Taruna Nusantara. Berikutnya tahun depan harapan kami bisa dilanjutkan untuk menangani kekeringan yang ada di Desa Kalipare, kemudian juga untuk Kecamatan Donomulyo,” ungkapnya.

Pada tahap pertama, proyek tersebut juga telah menyiapkan sekitar 3.000 sambungan rumah yang akan menjangkau sebagian wilayah Kepanjen, kawasan Depok, hingga lingkungan sekitar SMA Taruna Nusantara.

“Tahap pertama kita siapkan untuk 3.000 sambungan rumah. Ada sebagian di wilayah Kepanjen, selebihnya di Depok termasuk di sekitar SMA Taruna,” kata Syamsul. (dad/van)