LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Polres Lamongan tengah mendalami penyebab pasti peristiwa kebakaran yang membumihanguskan puluhan kios pedagang kaki lima di area Jembatan Babat-Widang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Musibah yang terjadi pada Sabtu (8/8/2026) tersebut diperkirakan menelan kerugian material hingga Rp359,3 juta.
Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, mengonfirmasi bahwa personel kepolisian telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta menginventarisasi bangunan dan barang-barang milik warga yang terdampak.
"Kami masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal api berasal dari pembakaran sampah di belakang salah satu warung di bawah jembatan, namun hal itu masih didalami," katanya di Lamongan, Minggu (9/8/2026).
Guna mengusut tuntas pemicu utama timbulnya titik api, penyidik memanggil sejumlah saksi mata di sekitar area kejadian untuk dimintai keterangan sekaligus mengamankan beberapa barang bukti.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Lamongan, Rayin, memastikan bahwa proses pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian telah rampung sepenuhnya sehingga situasi kembali kondusif.
"Terbaru, petugas juga masih melakukan pendataan lanjutan terhadap bangunan dan barang milik warga yang terdampak kebakaran," ujar Rayin.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya pada lokasi-lokasi padat aktivitas yang memiliki material mudah terbakar.
Insiden kebakaran tersebut pertama kali membakar area Jalan Tambangan, Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, pada Sabtu sore sekitar pukul 16.30 WIB. Amukan si jago merah melalap puluhan kios PKL, sebuah tempat ibadah mushala, pangkalan ojek, serta dua unit sepeda motor sebelum akhirnya berhasil dijinakkan petugas sekitar pukul 20.40 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa naas tersebut. (lmg/rev)










