Sampel Makanan MBG Diuji Lab Polda Jatim Usai 7 Siswa SMK di Ngawi Keracunan

NGAWI, BANGSAONLINE.com — Sebanyak tujuh siswa SMK Panti Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap hidangan makan bergizi gratis (MBG).

Akibat kejadian tersebut, empat siswa terpaksa dilarikan ke Klinik Pratama Aisyiyah Sine untuk mendapatkan penanganan medis intensif, di mana salah satu di antaranya harus dipasang infus. Sementara itu, tiga siswa lainnya menjalani perawatan di ruang unit kesehatan sekolah (UKS).

Kondisi tersebut sempat membuat panik lingkungan sekolah. Salah seorang siswa, Yusuf Bani Pratama, menuturkan bahwa gejala mulai terlihat di ruang kelas lain tak lama setelah waktu makan.

“Saya keluar kelas melihat teman-teman di ruangan sebelah seperti keracunan. Empat siswa kemudian dilarikan ke klinik setelah makan MBG,” jelas Yusuf.

Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa keluhan fisik tersebut dirasakan oleh para siswa kelas 10 sekitar dua jam setelah mereka mengonsumsi menu MBG yang disajikan, yaitu paket nasi dengan lauk ayam goreng, tahu, serta sayur wortel.

Guru SMK Panti Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Asna, menjelaskan bahwa informasi tersebut awal mulanya ia terima saat sedang berada di ruang pendidik.

“Saya di ruang guru mendengar ada siswa mual dan muntah. Sebagian dirawat di UKS, lainnya dibawa ke klinik seusai makan MBG,” ujar Asna.

Setibanya di fasilitas kesehatan, tim medis langsung memberikan tindakan darurat. Dokter Klinik Pratama Aisyiyah Sine, Rhea Aulia, membenarkan kondisi para pelajar yang dirujuk ke kliniknya.

“Datang dengan gejala mual, muntah, dan pusing. Diduga kemasukan bakteri menurut keterangan pasien, setelah makan MBG,” tutur Rhea.

Setelah mendapatkan perawatan medis, kondisi keempat siswa tersebut berangsur membaik dan tidak diwajibkan menjalani rawat inap, sehingga diperbolehkan pulang.

Aparat kepolisian setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Petugas menyita sampel sisa makanan yang dikonsumsi para siswa untuk dikirim dan diuji di laboratorium Polda Jawa Timur guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut, apakah murni akibat kontaminasi makanan MBG atau ada faktor lainnya.