Dua Ruang Kelas SDN Taman 1 Sampang Ambruk, Siswa Belajar dengan Sekat

Ringkasan Berita
  • Dua ruang kelas (kelas I dan II) SDN Taman 1, Sampang, ambruk pada 10 Agustus 2026 karena usia bangunan tua dan angin kencang di kawasan pesisir. Kejadian berlangsung malam hari sehingga tidak ada korban jiwa.
  • Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan memindahkan siswa kelas I dan II ke ruang kelas lain yang disekat. Kondisi ini bersifat sementara menunggu rehabilitasi ruang kelas yang rusak.
  • Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang telah menyusun laporan kepada pemerintah kabupaten dan pusat untuk mengajukan anggaran rehabilitasi. Namun, realisasi pembangunan kembali masih menunggu keputusan dan anggaran dari pemerintah pusat, karena anggaran darurat daerah juga belum tersedia.

SAMPANG,BANGSAONLINE.com - Dua ruang kelas SDN Taman 1, Kecamatan Sreseh, ambruk pada Senin (10/8/2026) malam, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa karena sekolah dalam kondisi kosong.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Mohammad Yusuf membenarkan kejadian tersebut. Dua ruang kelas yang ambruk merupakan ruang kelas I dan kelas II.

"Iya benar, ada dua ruang kelas yang roboh, yaitu kelas 1 dan kelas 2," kata Yusuf saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2026).

Yusuf menjelaskan, bangunan tersebut diduga ambruk karena faktor usia yang sudah tua. Kondisi angin kencang di kawasan pesisir saat kejadian turut memperparah kerusakan hingga menyebabkan dua ruang kelas roboh.

"Bangunannya memang sudah tua. Saat itu juga angin cukup kencang karena lokasinya dekat dengan laut. Beruntung kejadiannya malam hari sehingga tidak ada korban," ujarnya.

Meski dua ruang kelas tidak dapat digunakan, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Untuk sementara, siswa kelas I dan II dipindahkan ke ruang kelas lain dengan menggunakan sistem penyekatan.

"Sementara pembelajaran kami gabungkan dengan kelas lain menggunakan sekat agar kegiatan belajar tetap berjalan," ucap Yusuf.

Setelah kejadian, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang langsung menyusun laporan kepada pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat sebagai usulan rehabilitasi. Namun, Yusuf mengatakan realisasi pembangunan kembali masih bergantung pada keputusan pemerintah pusat.

"Kami sudah membuat laporan ke daerah dan pusat agar masuk anggaran rehabilitasi. Tetapi sampai sekarang usulan yang kami sampaikan, termasuk beberapa sekolah yang roboh sebelumnya, belum ada kepastian. Sementara anggaran darurat di daerah juga belum tersedia," pungkasnya. (van)