Dukung Operasional SRT, Pemkab Ngawi Alokasikan Rp3,4 Miliar untuk Bangun Jalan Akses

Ringkasan Berita
  • Pemerintah Kabupaten Ngawi mengalokasikan anggaran Rp3,4 miliar dari P-APBD 2026 untuk membangun jalan akses sepanjang 900 meter menuju kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Karangtengah Prandon.
  • Jalan dengan konstruksi rigid beton dan lebar lima meter itu akan dilengkapi saluran drainase U-Ditch untuk mencegah genangan air dan mendukung kenyamanan mobilitas siswa serta pengajar.
  • Pengerjaan fisik ditargetkan dimulai pada pertengahan Oktober 2026 dan diharapkan selesai akhir November, berbarengan dengan persiapan operasional sekolah yang telah memasuki tahap pengenalan lingkungan (MPLS) sejak 15 Agustus 2026.
  • Pembangunan ini bertujuan menjamin keamanan dan kelancaran proses belajar mengajar di SRT, sekaligus menunjang pemerataan akses pendidikan melalui infrastruktur yang memadai.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi mengalokasikan anggaran senilai kurang lebih Rp3,4 miliar untuk membangun jalan akses menuju kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi.

Alokasi dana tersebut disiapkan melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Ngawi Tahun Anggaran 2026 demi menunjang kenyamanan mobilitas para siswa serta pengajar.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Ngawi, Maftuh Affandi, menjelaskan bahwa jalan akses tersebut akan dibangun menggunakan konstruksi rigid beton sepanjang 900 meter dengan lebar lima meter.

“Awalnya kita rencanakan panjangnya sekitar 450 meter dan lebarnya tiga meter. Setelah dilakukan pendetailan, akhirnya menjadi 900 meter dengan lebar lima meter, termasuk kebutuhan saluran drainase,” jelas Maftuh.

Tak hanya pembetonan badan jalan, proyek ini juga dilengkapi dengan pembuatan saluran drainase menggunakan U-Ditch untuk mencegah genangan air.

“Anggarannya kurang lebih Rp3,4 miliar dan nanti dialokasikan melalui perubahan APBD,” terangnya.

Maftuh menargetkan proses pengerjaan fisik dapat digulirkan pada pertengahan Oktober sebelum penutupan tahun anggaran.

“Perkiraan pelaksanaan pembangunan mulai sekitar bulan Oktober dan selesai akhir November,” urainya.

Pembangunan sarana infrastruktur ini berbarengan dengan pemantapan persiapan operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi di Karangtengah Prandon. Rangkaian persiapan telah berjalan, salah satunya pemeriksaan kesehatan gratis bagi calon siswa baru.

Adapun tahapan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bagi para murid dijadwalkan bakal dimulai pada 15 Agustus 2026. Pemkab Ngawi berharap tersedianya jalan akses yang memadai ini mampu menjamin keamanan serta kelancaran proses kegiatan belajar mengajar secara optimal.