Haul Akbar II Bhuju’ Agung Toronan ke-266, Napak Tilas Dakwah dan Silsilah Leluhur Madura

PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com - Haul Akbar II Bhuju’ Agung Toronan atau Syekh Abdurahman ke-266 digelar di Kompleks Maqbarah/Asta Agung Toronan, kawasan Kowel/Toronan, Kamis (13/8/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan tahlil dan istighosah bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan napak tilas sejarah Bhuju’ Agung Toronan serta pembacaan silsilah beliau dan para keturunannya.

Bhuju’ Agung Toronan merupakan cucu Sunan Cendana Kwanyar, Bangkalan, yang dikenal berdakwah, berdukuh hingga wafat di Pamekasan. Beliau diperkirakan hidup pada abad ke-17 hingga abad ke-18.

Ketua Penyelenggara Haul Akbar Firmansyah Ali menyampaikan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan ulama, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi umat serta meneladani nilai-nilai dakwah yang diwariskan Bhuju’ Agung Toronan.

“Dengan Haul Akbar ini, kita berharap memperoleh wasilah keberkahan dari Bhuju’ Agung Toronan untuk kemaslahatan bersama,” katanya.

Prof. Mahfud MD merupakan salah satu tokoh nasional dan intelektual asal Madura yang tercatat sebagai keturunan (potoh) dari Bujuk Agung Toronan (Syeh Abdurrahman) di Pamekasan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Firmansyah Ali yang juga merupakan keponakan Mahfud.

"Pak Mahfud tidak bisa hadir karna menjadi tuan rumah pernikahan ponakan istrinya. Pesan pak Mahfud MD kepada saudara-saudara nya yang menyelenggarakan Haul Akbar agar buju' jangan hanya di warisi nasab nya Tapi warisi nilai - nilai kebaikan yang telah diajarkan secara berkesinambungan dari generasi ke generasi," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman yang juga masih memiliki garis keturunan dari Bhuju’ Agung Toronan berharap pelaksanaan haul akbar dapat menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan Bhuju’ Agung Toronan.

"Pembacaan biografi bhujuk agung kita sebagai keturunan nya bisa mengikuti perjuangan dari buyut kita terdahulu," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan kegiatan tersebut menjadi pengingat agar generasi saat ini mampu meneruskan nilai-nilai perjuangan yang telah dirintis para bhujuk.

“Kita niatnya bukan berbangga-bangga, akan tetapi menjadikan bhujuk sebagai pendorong bagi kita untuk berjalan sesuai dengan apa yang telah dirintis oleh para bhujuk kita,” ungkapnya.

Diketahui, acara tersebut dihadiri Bupati Pamekasan Kholilurrahman, mantan Bupati Pamekasan Pamanda Drs H Achmad Syafii, Pengasuh Ponpes Nurul Yaqin Gunungsari Proppo Mbah KH Kholil Muhammad, Aktivis Nasab Adinda R Abdul Hamid Roqib Suryodirjo, Akademisi Adinda M Subhan, Pengusaha muda Pamanda/Adinda H Abdul Hamid Ro’ie, Adinda KH Sufandi, Adinda KH Moh Thohir, Adinda KH M Qudsi, Pamanda KH Amin Mashudi, Pamanda K Subki Abdul Halim Mu’allim, serta sejumlah anggota keluarga lainnya. (dim/van)