Ringkasan Berita
- Belajar sambil rebahan sebaiknya dihindari karena posisi rileks itu memberi sinyal istirahat pada otak, membuat mudah mengantuk dan kurang fokus.
- Notifikasi ponsel, meski sebentar, dapat memecah konsentrasi karena otak butuh waktu lama untuk kembali fokus.
- Menetapkan terlalu banyak target belajar dapat membuat otak tertekan, menimbulkan kebingungan dan kesulitan menentukan prioritas.
- Membandingkan diri dengan orang lain menguras energi dan motivasi, sehingga fokus sebaiknya pada progres diri sendiri.
- Belajar tanpa jeda membuat otak lelah; istirahat singkat 10-15 menit diperlukan agar pikiran segar kembali dan mampu menyerap informasi dengan baik.
BANGSAONLINE.com - Memasuki tahun ajaran baru, semangat belajar dan meningkatkan prestasi menjadi tujuan utama banyak pelajar. Namun, ada sejumlah kebiasaan yang justru dapat mengganggu konsentrasi saat belajar.
Belajar sambil rebahan sebaiknya dihindari. Posisi tubuh yang rileks membuat otak menganggapnya sebagai waktu istirahat sehingga mudah mengantuk dan kurang fokus.
Gangguan lain datang dari ponsel. Membuka notifikasi meski sebentar dapat memecah konsentrasi, karena otak membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali fokus.
Menetapkan terlalu banyak target belajar juga berisiko membuat otak tertekan. Hal ini bisa menimbulkan kebingungan dan membuat sulit menentukan prioritas.
Membandingkan diri dengan orang lain dapat menguras energi. Fokus pada progres orang lain justru membuat pelajar kehilangan motivasi untuk belajar.
Selain itu, memaksa diri belajar tanpa jeda akan membuat otak lelah. Istirahat singkat 10-15 menit diperlukan agar pikiran kembali segar dan mampu menyerap informasi dengan baik.
Dengan memperbaiki kebiasaan belajar, pelajar dapat lebih mudah menjaga fokus, meningkatkan efektivitas, dan mencapai hasil akademik yang lebih optimal. (mg3/rom)










