Resmikan Musala, Gereja dan Pura di SMPN 3 Grogol Kediri, Mas Dhito Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, meresmikan tiga tempat ibadah di antaranya Musala Al Ikhlas, Gereja Imanuel, dan Pura Widya Loka di SMP Negeri 3 Grogol, Rabu (19/8/2026).

Peresmian ini sebagai bentuk komitmen Pemkab Kediri dalam mendukung kebebasan beragama dan penguatan toleransi antarumat di lingkungan pendidikan.

Berdirinya tiga tempat ibadah ini diharapkan dapat memfasilitasi para siswa dalam menjalankan kegiatan peribadatan sesuai keyakinan masing-masing di lingkungan sekolah. 

“Ini menjadi kado bagi Kabupaten Kediri dalam menjaga toleransi umat beragama,” kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut.

Ia mengapresiasi semangat keluarga besar sekolah dan wali murid dalam membangun tempat ibadah tersebut. Secara swadaya dan semangat gotong royong, tiga tempat ibadah didirikan berdampingan dan selesai dibangun sekitar 4 bulan.

Menurut Mas Dhito, toleransi antarumat beragama merupakan karakter yang terbentuk dari sikap saling menghormati dan mau menjaga keharmonisan dalam perbedaan. Semangat itu pun telah terbentuk dan tercermin di Kabupaten Kediri.

“Toleransi antar umat beragama itu karakter yang sudah terbentuk, dan hari ini Kabupaten Kediri telah membuktikan,” ungkapnya.

Selain di SMPN 3 Grogol, SDN Besowo 2 yang terletak di Kecamatan Kepung juga memiliki tiga fasilitas ibadah yang sama.

"Ini artinya Kabupaten Kediri dari Timur sampai Barat toleransi beragama sangat tinggi," tambahnya.

Mas Dhito berpesan supaya semangat toleransi antarumat beragama yang telah terbentuk tersebut dapat diteruskan antar generasi. Pemkab Kediri siap untuk membantu fasilitas pendukung lain yang masih dibutuhkan.

Kepala SMPN 3 Grogol, Musiin, mengapresiasi dukungan yang selama ini diberikan Bupati Kediri dalam sektor pendidikan. Nantinya, halaman tiga tempat ibadah tersebut diakui akan dibantu untuk pemasangan paving. 

Menurut dia, pendidikan tidak hanya semata untuk mengejar capaian nilai akademik, namun juga secara spiritual. Pihaknya bersyukur, tempat ibadah yang sebelumnya masih menjadi impian kini telah berdiri.

"Kami berharap fasilitas ini dapat membentuk kualitas anak didik tidak hanya secara akademik tapi juga secara spiritual," ucapnya. (uji/msn)