Gebrakan Diskopukmdag Jember Ubah Cuan dari Sampah Pasar Tanjung hingga Geber Koperasi Desa

JEMBER,BANGSAONLINE.com - Pasar Tanjung Jember Hasilkan 12 Ton Limbah per Hari, Pemkab Siapkan Strategi Pengolahan

Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kabupaten Jember menyiapkan strategi pengelolaan limbah Pasar Tanjung sekaligus memaparkan progres pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Langkah tersebut disampaikan untuk merespons sejumlah catatan Komisi B DPRD Jember dalam rapat penyelarasan Perubahan KUA-PPAS 2026 pada Rabu (19/8/2026).

Kepala Diskopukmdag Jember, Sartini, menegaskan penataan kebersihan Pasar Tanjung menjadi salah satu fokus utama pihaknya.

Tingginya volume limbah yang dihasilkan setiap hari membuat pemilahan sejak dari sumber perlu dilakukan secara ketat agar tidak menimbulkan tumpukan sampah yang tidak terkendali.

"Setiap harinya limbah di Pasar Tanjung mencapai setidaknya 12 ton, sehingga kami harus mengerahkan empat armada truk untuk pengangkutan. Berkat skema pemilahan antara sampah organik dan anorganik yang kami terapkan, alhamdulillah TPA Pakusari kini dapat menerima pembuangan tersebut," kata Sartini.

Untuk menekan timbulan limbah dalam jangka panjang, dinas terkait mengalokasikan APBD untuk pengadaan kontainer pembuangan dan unit mesin chopper.

Sartini menyebut Pemkab Jember berupaya mengolah limbah menjadi komoditas yang memiliki nilai guna.

Dalam upaya tersebut, Pemkab Jember menggandeng Universitas Jember (UNEJ), Politeknik Negeri Jember (Poltek), serta kelompok swadaya masyarakat di Balung dan Jenggawah.

Selain itu, sampah organik berpotensi diarahkan ke sejumlah pesantren di kawasan Ajung dan sekitar bandara untuk diolah menjadi biogas serta pupuk alami.

"Pengalokasian APBD ini diproyeksikan agar kami mampu mengeksekusi pemrosesan dan pencacahan limbah secara mandiri. Kemitraan sengaja kami galang agar persoalan sampah tidak lagi memicu keresahan warga, melainkan dapat diputar menjadi pundi-pundi rupiah," tuturnya.

Selain persoalan lingkungan, Sartini memberikan penjelasan mengenai realisasi program KDMP yang sebelumnya menjadi sorotan legislatif.

Dari target 160 unit, pembangunan fisik sebanyak 82 titik telah rampung sepenuhnya.

Meski demikian, belum ada satu pun fasilitas yang resmi beroperasi secara komersial karena distribusi perlengkapan penunjang dari penyedia jasa mengalami keterlambatan.

"Total keseluruhan program ini mencakup 160 KDMP, di mana 82 unit telah rampung 100 persen. Penyebab belum beroperasinya fasilitas tersebut lantaran masih menantikan pengiriman sarana pendukung dari PT Agrinas Pangan Nusantara, seperti armada truk, pikap, hingga rak gondola," paparnya.

Sartini menambahkan, kendala legalitas lahan menjadi salah satu hambatan utama dalam penyelesaian unit lainnya.

Tercatat 42 lokasi berdiri di atas area PTPN dan 17 titik berada di lahan PT KAI yang masih menunggu persetujuan izin kementerian, meskipun Bupati Jember telah melayangkan permohonan resmi.

Di sisi lain, progres positif terlihat pada tujuh titik lahan milik Perhutani dengan luas di bawah 5 hektare.

Bupati Jember Gus Fawait telah bersurat kepada Gubernur Jawa Timur melalui koordinasi dengan Dinas Kehutanan Jawa Timur dan kini tinggal menunggu keputusan. (yud/van)