Usung Tema HOPE, Klotok Cultural Carnival 2026 Sukses Sedot Perhatian Ribuan Warga

Ringkasan Berita
  • Kegiatan Klotok Cultural Carnival (KCC) 2026 berhasil diselenggarakan untuk memperingati HUT RI dengan tema Heritage of People and Earth (HOPE). Acara ini menampilkan iring-iringan kostum unik dan tarian khas yang menyusuri sudut Desa Klotok.
  • Kepala desa menegaskan KCC bukan sekadar hiburan, tetapi wadah ekspresi kreativitas pemuda dan pengenalan potensi budaya untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
  • Penyelenggaraan acara ditandai kemandirian pemuda desa yang membiayai sewa sound system senilai Rp50 juta secara swadaya dari hasil usaha persewaan kostum dan budidaya melon.
  • Pemerintah desa berencana mengembangkan konsep menjadi Klotok Custom Fest (KCF) untuk fokus pada industri pembuatan kostum karnaval.
  • Pejabat kecamatan mengapresiasi acara yang mempererat kerukunan warga dan mengangkat nama desa, serta menyelipkan pesan kepedulian sosial untuk korban bencana di NTT.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, sukses menggelar Klotok Cultural Carnival (KCC) 2026 di depan balai desa setempat, Rabu (19/8/2026). Perhelatan tahunan dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI ini mengusung tema Heritage of People and Earth (HOPE).

Iring-iringan peserta dilepas dari depan balai desa dengan iringan sound horeg, menampilkan berbagai kostum unik dan tarian kreasi khas warga lokal yang menyusuri sudut-sudut Desa Klotok.

Kepala Desa Klotok, Suhartoyo, menegaskan bahwa KCC bukan sekadar ajang hiburan rakyat, melainkan wadah mengekspresikan kreativitas pemuda sekaligus mengenalkan potensi budaya daerah.

"Ya harapannya bisa berkembang menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi," tutur Suhartoyo.

Keunikan KCC tahun ini juga terlihat dari kemandirian para pemuda desa. Biaya sewa sistem tata suara (sound system) yang mencapai Rp50 juta ke atas murni ditutup secara swadaya oleh pemuda dari hasil persewaan kostum hingga mengelola budidaya tanaman melon.

Ke depan, Pemdes Klotok berencana meluncurkan pembaruan konsep berupa Klotok Custom Fest (KCF) untuk memfokuskan pengembangan industri pembuatan kostum karnaval.

Apresiasi tinggi datang dari Plt Sekretaris Kecamatan Plumpang, Devie Linggar Buanasari. Ia menilai KCC sukses mempererat kerukunan warga sekaligus mengangkat nama Desa Klotok di tingkat regional.

“Kami dari Pemerintah Kecamatan Plumpang sangat mengapresiasi teman-teman, perangkat desa, serta masyarakat Desa Klotok. Kegiatan pawai budaya hari ini sangat mencerminkan budaya kita, yaitu budaya gotong royong dan kerukunan,” tuturnya.

Di tengah atmosfer perayaan kemerdekaan, Devie juga menyelipkan pesan kepedulian sosial untuk mengajak masyarakat mendoakan dan membantu warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sedang tertimpa musibah bencana alam.

“Harapan kita hari ini, selain merayakan kemerdekaan, kita juga ikut memberikan perhatian dan waktu kepada saudara-saudara kita di NTT,” pungkasnya. (wan/rev)