Ringkasan Berita
- Kemenkes menyelenggarakan program deteksi dini TBC gratis di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, dengan target 2.481 santri dan 197 guru.
- Pemeriksaan menggunakan teknologi Portable X-Ray yang bisa dibawa ke lokasi untuk mempercepat skrining dan mengatasi masalah keterlambatan diagnosis.
- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut keterlambatan diagnosis sebagai penyebab utama kematian TBC di Indonesia yang mencapai 120-140 ribu jiwa per tahun.
- Sebanyak 26 orang terindikasi TBC dari pemeriksaan awal dan akan mendapatkan pengobatan gratis selama 1-3 bulan dari Kemenkes.
- Program ini merupakan tindak lanjut dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan Presiden Prabowo untuk memutus rantai penularan TBC.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar program deteksi dini Tuberkulosis (TBC), dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Pondok Pesantren Tebuireng, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan berlangsung 3 hari di SMA A. Wahid Hasyim dengan sasaran 2.481 santri dan 197 tenaga pengajar. Program ini menindaklanjuti Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan Presiden Prabowo untuk memutus rantai penularan TBC.
Pemeriksaan memanfaatkan teknologi Portable X-Ray yang memungkinkan pemindaian dada dilakukan cepat di lokasi. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa keterlambatan diagnosis menjadi pemicu tingginya angka kematian akibat TBC, mencapai 120-140 ribu jiwa per tahun.
“Penyakit ini obatnya ada, kematiannya banyak karena skrining terlambat. Dengan teknologi baru, X-Ray ini bisa kita bawa ke mana-mana,” ujarnya.
Dari pemeriksaan awal, petugas medis menemukan 26 orang terindikasi TBC. Seluruhnya akan mendapat intervensi medis, dan paket pengobatan gratis selama 1-3 bulan agar tidak menularkan penyakit.
Perwakilan pengasuh Pesantren Tebuireng, Lelly Lailliya, menyambut baik langkah pemerintah. Ia mengatakan, “Santri Tebuireng tidak perlu khawatir tertular. Karena nanti diberikan obat oleh Kemenkes RI secara gratis selama 1-3 bulan.” (aan/mar)










