BPBD Tanggap Kekeringan di Lamongan, 3.095 KK Terima Bantuan Air Bersih

LAMONGAN,BANGSAONLINE.com - Sebanyak 3.095 kepala keluarga (KK) di Lamongan telah menerima bantuan air bersih dari pemerintah daerah untuk menghadapi dampak kekeringan.

Distribusi air dilakukan secara bertahap dan hingga kini telah menjangkau sembilan kecamatan, 15 desa, serta 22 dusun yang mengalami keterbatasan pasokan air.

Penyaluran tersebut dilakukan berdasarkan pemantauan kondisi di lapangan, laporan masyarakat, dan permintaan dari wilayah yang membutuhkan bantuan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lamongan, Sugeng Widodo, mengatakan BPBD Lamongan mengerahkan lima truk tangki untuk memperlancar distribusi air bersih.

“Untuk mendukung distribusi tersebut, BPBD Lamongan menyiapkan lima armada truk tangki. Selain itu, disiapkan pula logistik pendukung berupa tandon air, terpal, dan jerigen untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak,” katanya, Kamis 20 Agustus 2026.

Sementara itu, hasil pemetaan terbaru BPBD Lamongan menunjukkan terdapat 91 desa di 15 kecamatan yang berpotensi mengalami dampak kekeringan.

Wilayah tersebut mencakup 168 dusun, dengan 44 desa masuk kategori kritis dan 47 desa lainnya tergolong mengalami kelangkaan air.

Menurut Sugeng, hasil pemetaan menjadi acuan pemerintah daerah untuk menentukan wilayah yang mendapat prioritas penanganan sekaligus memantau perkembangan kondisi kekeringan.

“Pemetaan tersebut menjadi dasar bagi BPBD Lamongan dalam menentukan prioritas penanganan, pemantauan kondisi wilayah, serta penyusunan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak kekeringan,” ujarnya.

Pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi terdampak juga terus dilakukan BPBD Lamongan. Distribusi air bersih akan dilanjutkan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di daerah yang mengalami keterbatasan pasokan.

Selain mengirimkan bantuan air, BPBD mengoperasikan Posko Siaga Kekeringan dan Pusdalops sebagai pusat pemantauan serta koordinasi penanganan kekeringan.

Kedua fasilitas tersebut juga digunakan untuk menerima informasi dari masyarakat dan memantau kejadian kekeringan di berbagai wilayah Kabupaten Lamongan.

Sugeng menambahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak kekeringan, termasuk menjamin ketersediaan distribusi air bagi masyarakat yang mengalami kekurangan pasokan.

“Desa bisa mengajukan permohonan air bersih ke BPBD Lamongan melalui pemerintah kecamatan,” tuturnya.

Pemkab Lamongan juga telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan menghemat pemakaian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dropping air bersih dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pemantauan, laporan, dan permintaan dari wilayah terdampak,” jelasnya.