Ringkasan Berita
- Menteri Koperasi mendorong komunitas Ekraf, UMKM, olahraga, dan budaya di Malang bertransformasi menjadi koperasi untuk memperbesar skala usaha dan memperkuat ekosistem.
- Kementerian Koperasi siap memberikan pendampingan, inkubasi, dan dukungan pembiayaan kepada koperasi yang terbentuk dari komunitas tersebut.
- Integrasi koperasi dengan sektor-sektor ini diharapkan menjadikan Malang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif (economic creative hub), mengoptimalkan statusnya sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO.
- Pemkot Malang merespons positif dengan rencana mengumpulkan pelaku usaha untuk sosialisasi dan mempertimbangkan Malang Creative Center (MCC) sebagai ruang pengembangan koperasi berbasis Ekraf.
- Koperasi diharapkan menjadi elemen baru yang memperkuat fondasi ekonomi kota, memperluas jaringan, dan meningkatkan kapasitas ekonomi komunitas.
MALANG, BANGSAONLINE.com - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, mendorong komunitas ekonomi kreatif, usaha mikro, kecil, dan menengah (Ekraf & UMKM), hingga komunitas olahraga di Kota Malang untuk bertransformasi menjadi koperasi.
Menkop mengatakan, koperasi dapat menjadi instrumen untuk memperbesar skala usaha komunitas sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang telah berkembang di Kota Malang.
Ia menilai potensi ekonomi kreatif di kota tersebut cukup besar, terlebih Malang telah ditetapkan UNESCO sebagai Kota Kreatif Dunia.
“Kami menyampaikan tentang perlunya kolaborasi dan sinergi antara ekonomi kreatif, UMKM, kemudian olahraga dengan koperasi. Kami mendorong supaya komunitas-komunitas yang terbentuk dari kegiatan ekonomi kreatif, UMKM, atau olahraga itu sebenarnya bisa bertransformasi menjadi koperasi,” kata Ferry saat menghadiri pembukaan Festival Mbois ke-11, Jumat (21/8/2026).
Menurut Ferry, koperasi dapat menjadi badan usaha bersama yang memungkinkan komunitas meningkatkan skala kegiatan dan bisnis. Konsep tersebut tidak terbatas pada sektor ekonomi kreatif dan UMKM, tetapi juga dapat diterapkan oleh komunitas olahraga dan budaya.
“Koperasi ini badan usaha yang memungkinkan skala kegiatan mereka, baik di ekonomi kreatif, UMKM, dan juga olahraga, bahkan juga budaya, itu bisa kita tingkatkan,” jelasnya.
Kementerian Koperasi, lanjut Ferry, siap memberikan pendampingan terhadap koperasi yang terbentuk dari komunitas. Pendampingan tersebut mencakup proses inkubasi hingga dukungan pembiayaan.
“Setelah jadi koperasi, tugas kami di Kementerian Koperasi akan mendampingi, menginkubasi, bahkan membiayai koperasi-koperasi tersebut,” kata Ferry.
Ferry berharap integrasi koperasi, UMKM, ekonomi kreatif, olahraga, dan budaya dapat menjadikan Kota Malang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif atau economic creative hub.
“Kami ingin sekali supaya di Kota Malang ini bisa jadi economic creative hub yang betul-betul bagaimana kolaborasi antara koperasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan olahraga itu bisa bersatu. Menjadikan ini kekuatan ekonomi yang baru yang tumbuh dari Kota Malang,” ujarnya.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut gagasan tersebut. Ia mengatakan pemerintah kota akan menindaklanjuti rencana integrasi UMKM, ekonomi kreatif, dan koperasi dengan melibatkan para pelaku usaha dan komunitas.
Menurut Wahyu, status Malang sebagai Kota Kreatif Dunia menjadi salah satu modal untuk membangun ekosistem tersebut.
“Pak Menteri Koperasi hadir karena mengapresiasi Kota Malang yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai Kota Kreatif Dunia. Beliau ingin memadukan dan mengintegrasikan ekonomi kreatif, UMKM, dan koperasi menjadi satu kegiatan di Kota Malang yang tidak terpisahkan karena semuanya saling terkait,” kata Wahyu.
Pemkot Malang berencana mengumpulkan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM untuk mendapatkan pemahaman mengenai konsep serta mekanisme pembentukan koperasi. Kementerian Koperasi akan dilibatkan sebagai narasumber.
“Kami akan kumpulkan, nanti akan ada narasumber dari Kementerian Koperasi untuk memberikan gambarannya seperti apa,” ujarnya.
Wahyu juga membuka peluang Malang Creative Center (MCC) menjadi salah satu ruang pengembangan koperasi berbasis ekonomi kreatif.
MCC dinilai memiliki posisi strategis karena selama ini menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif. Ke depan, tempat tersebut berpotensi mempertemukan koperasi, UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan komunitas dalam satu ekosistem.
“Mestinya karena MCC ini untuk pelaku ekonomi kreatif, kita akan beri ruang. Tadi disarankan oleh Pak Menteri Koperasi dan didukung serta diapresiasi. Dengan adanya MCC bisa menjadi satu tempat untuk mempersatukan,” jelas Wahyu.
Wahyu menilai koperasi dapat menjadi elemen baru yang memperkuat fondasi ekonomi Kota Malang. Integrasi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas jaringan usaha, tetapi juga meningkatkan kapasitas ekonomi komunitas.
“UMKM dan ekonomi kreatif sudah, nanti tinggal koperasi ini akan jadi satu kekuatan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi yang ada di Kota Malang,” pungkasnya. (dad/msn)







