MOJOKERTO,BANGSAONLINE.com - Kemudahan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dirasakan Sulistiyatno (56), penderita penyakit jantung koroner yang rutin menjalani kontrol dan pengobatan setiap bulan.
Rutinitas tersebut dijalani Sulistiyatno sejak dirinya didiagnosis mengalami penyakit jantung koroner hingga harus menjalani pemasangan kateter (ring).
"Hal pertama yang saya pikirkan ketika dokter mendiagnosa bahwa saya memiliki penyakit jantung koroner dan harus memasang kateter di jantung adalah biaya" ungkapnya pada Senin (24/8/2026).
Menurut Sulistiyatno, keberadaan program JKN menjadi solusi yang sangat membantu selama menjalani pengobatan tanpa harus terbebani persoalan biaya.
Ia juga merasakan kemudahan saat menjalani kontrol rutin dan mendapatkan pengobatan jantung setiap bulan sesuai prosedur yang berlaku.
"Pertama, harus punya rujukan dari klinik faskes pertama. Selanjutnya, mendaftar ke rumah sakit (faskes lanjutan) untuk mendapat nomor antrian melalui aplikasi Mobile JKN. Jadi untuk memantau dan memastikan kondisi kesehatan jantung tetap stabil melalui kontrol bulanan ini prosesnya sangat mudah" jelasnya.
Kemudahan tersebut, lanjut Sulistiyatno, tidak hanya dirasakan dari sisi manfaat JKN dalam mendukung pengobatan, tetapi juga melalui akses layanan berbasis aplikasi.
Salah satunya melalui fitur antrean online pada Mobile JKN yang memungkinkan peserta mengatur jadwal kunjungan dan mengambil nomor antrean sebelum datang ke fasilitas kesehatan.
Dengan layanan tersebut, peserta tidak perlu datang lebih awal hanya untuk mengambil nomor antrean sehingga kunjungan ke fasilitas kesehatan dapat dipersiapkan dengan lebih baik.
"Mengambil antrean kontrol bulanan melalui aplikasi JKN sangat mudah dan cepat yang mana kita tinggal buka aplikasi dan hanya klik saja. Jadi tidak perlu menunggu lama untuk mencari antrian, dari rumah pun kita sudah bisa mendaftarkan diri untuk antrian" ujarnya.
Pengalaman tersebut semakin meyakinkan Sulistiyatno bahwa program JKN penting untuk memberikan perlindungan kesehatan yang mudah dan cepat diakses masyarakat.
Ia juga menilai berbagai layanan JKN tidak hanya dapat dimanfaatkan ketika seseorang sudah mengalami sakit, tetapi juga untuk mendukung upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit.
"Sebetulnya kita bisa memanfaatkan layanan yang disediakan oleh JKN, salah satunya skrining kesehatan. Potensi penyakit dapat terdeteksi lebih awal, jadi tidak menunggu ada gejala sakit dan setelah di cek ternyata didiagnosa penyakit parah " jelasnya.
Sebagai peserta JKN, Sulistiyatno berharap kualitas pelayanan JKN terus ditingkatkan sekaligus diikuti dengan edukasi yang semakin luas agar masyarakat memahami layanan kesehatan yang tersedia.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini dan tidak ragu mencari informasi mengenai layanan JKN.
"Bagi masyarakat yang belum memahami apa itu JKN, jangan ragu dan takut untuk meminta bantuan secara langsung kepada petugas yang ada di BPJS Kesehatan sehingga nantinya jaminan kesehatan kita melalui JKN ini dapat terpenuhi dengan baik," pungkasnya. (ris/van)










