Ringkasan Berita
- Warung cilok di Brondong, Lamongan terbakar karena kompor menyala ditinggal pemiliknya (DN, 32 tahun) mengambil air pada Kamis siang, 27 Agustus 2026.
- Pemadaman api mengalami kendala akses gang sempit sehingga petugas dan warga menarik selang secara manual; api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 WIB.
- Kebakaran menghanguskan bangunan warung semi permanen, dua lemari es, tiga tabung gas, dan berbagai jajanan, menyebabkan kerugian materiil diperkirakan Rp30 juta.
- Polisi mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala dan memastikan keamanan sumber api untuk mencegah kejadian serupa.
LAMONGAN,BANGSAONLINE.com - Warung jajanan cilok di Tegalsari, Kelurahan Brondong, Kecamatan Brondong terbakar setelah kompor yang digunakan untuk memasak ditinggal menyala, Kamis (27/8/2026) siang.
Kasihumas Polres Lamongan Ipda M Hamzaid membenarkan kejadian tersebut.
Kebakaran diduga terjadi ketika pemilik warung berinisial DN (32) meninggalkan dagangannya untuk mengambil air, sementara kompor untuk memasak cilok masih dalam kondisi menyala.
"Kebakaran diduga terjadi saat korban meninggalkan warung untuk ambil air, sementara kompor masak cilok masih menyala," jelasnya.
DN kemudian meminta pertolongan warga setelah mengetahui warungnya terbakar.
Kapolsek Brondong Iptu Ahmad Zainudin bersama anggotanya segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan turut membantu warga memadamkan api.
"Anggota Polsek Brondong bersama warga bantu padamkan api sambil hubungi damkar. Karena gang sempit, petugas tarik selang pemadam hingga ke titik api. Api padam sekitar pukul 14.30 WIB," tambah Hamzaid.
Petugas bersama warga sempat mengalami kesulitan karena akses gang yang sempit tidak dapat dilalui mobil pemadam kebakaran.
Selang pemadam kemudian ditarik secara manual hingga mencapai lokasi sumber api.
Kebakaran menghanguskan dua lemari es, tiga tabung gas melon, berbagai jajanan, serta bangunan semi permanen yang digunakan sebagai warung.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp30 juta.
DN mengaku tidak menyangka api dapat membesar dengan cepat ketika dirinya meninggalkan warung hanya untuk mengambil air.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut turut panik dan bahu-membahu menyelamatkan barang serta membantu proses pemadaman.
Polisi mengimbau masyarakat tidak meninggalkan kompor dalam kondisi menyala serta selalu memastikan sumber api dan instalasi listrik dalam keadaan aman.
"Pastikan kondisi aman untuk cegah kebakaran, apalagi bangunan semi permanen rawan cepat terbakar," pesan Hamzaid. (van)










