Berobat Lebih Tenang, Program JKN Jamin Seluruh Biaya Operasi Katarak Painem

Ringkasan Berita
  • Painem, peserta JKN PBI, akhirnya mendapatkan operasi katarak yang dibutuhkan setelah bertahun-tahun penglihatan memburuk tanpa perlu membayar biaya pengobatan sama sekali.
  • Meski sempat tertunda karena tekanan darah tinggi, Painem mendapatkan perawatan penuh dan dukungan dari tenaga kesehatan hingga siap dioperasi tanpa merasakan perbedaan perlakuan sebagai peserta PBI.
  • Pengalaman pertama tanpa biaya membuat Painem lebih percaya diri untuk menjalani operasi kedua pada mata kanannya dan berharap program JKN terus berlanjut untuk membantu masyarakat tidak mampu.
  • Artikel ini menunjukkan efektivitas JKN dalam memberikan akses kesehatan menyeluruh, termasuk operasi mahal seperti katarak, tanpa membebani pasien secara finansial.

TULUNGAGUNG, BANGSAONLINE.com – Setelah mengalami penglihatan yang buram karena katarak selama bertahun-tahun. Akhirnya Painem, peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), memberanikan diri untuk berobat ke Puskesmas.

Painem tahu, bahwa untuk mengatasi katarak membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

"Makin lama pandangan saya makin gelap, yang awalnya hanya sedikit kabur. Sampai saya masak nasi sama lauknya sudah matang, tapi saya tidak bisa melihat dengan jelas. Awalnya saya belum berani periksa ke dokter karena takut. Tapi akhirnya karena kondisi makin parah, anak saya menganjurkan untuk segera periksa ke Puskesmas lagi," papar Painem, Jumat (21/8/2026) minggu lalu.

Setelah diperiksa di Puskesmas, Painem mendapatkan surat rujukan untuk menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis mata di rumah sakit.

Painem menjalani serangkaian pemeriksaan di Poli Mata. Dokter kemudian menyampaikan bahwa dirinya menderita katarak dan membutuhkan operasi.

“Dari awal berobat sudah pakai JKN, tidak bayar sama sekali. Waktu dijadwalkan untuk operasi, petugas juga menjelaskan bahwa semuanya menggunakan JKN dan tidak ada biaya tambahan. Saya memang tidak punya uang, jadi pakai JKN sangat membantu. Kalau tidak ada JKN dan harus bayar sendiri, ya tidak akan mampu bayar biaya operasi yang mahal,” ungkap Painem.

Namun, perjalanan Painem menuju meja operasi ternyata tidak langsung berjalan sesuai rencana. Menjelang tindakan, ia harus menjalani rawat inap terlebih dahulu karena tekanan darahnya cukup tinggi. Kondisi tersebut perlu distabilkan agar operasi dapat dilakukan dengan aman.

Meski harus menjalani perawatan terlebih dahulu, Painem tetap mendapatkan pelayanan hingga kondisinya dinyatakan siap menjalani tindakan. Selama berada di rumah sakit, ia juga mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan yang membuat rasa takutnya berangsur berkurang.

“Waktu mau operasi, saya harus rawat inap dulu karena tensi saya tinggi. Tapi pelayanannya nyaman, petugasnya sabar-sabar. Perawat selalu mengingatkan saya banyak istirahat, makan yang cukup dan tidak perlu takut operasi. Pelayanan di rumah sakit pakai BPJS Kesehatan tetap bagus, tidak dibedakan. Dokternya pun sabar dalam menjelaskan kondisi saya sehingga saya menjadi lebih tenang dan siap operasi,” ceritanya.

Setelah kondisi kesehatannya memungkinkan, operasi katarak pada mata kiri Painem dilakukan. Bagi Painem, tindakan tersebut bukan hanya menjadi bagian dari proses pengobatan, tetapi juga membawa harapan agar penglihatannya kembali membaik sehingga ia dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Usai menjalani operasi pertama, dokter menyarankan Painem mempersiapkan diri untuk menjalani operasi katarak pada mata kanannya. Namun, tindakan tersebut tidak dilakukan dalam waktu dekat agar kondisi fisiknya memiliki cukup waktu untuk kembali siap.

Pengalaman menjalani operasi pertama tanpa harus memikirkan biaya membuat Painem lebih percaya diri menghadapi pengobatan berikutnya. Ia juga merasakan bahwa statusnya sebagai peserta PBI tidak membuat dirinya mendapatkan perlakuan berbeda selama menjalani pelayanan di rumah sakit.

“Tidak pernah ada perbedaan perlakuan antara pasien PBI dengan pasien lain. Pelayanannya sama, baik dan pengurusan administrasi tidak berbelit. Saya berharap setelah operasi yang kedua ini penglihatan saya bisa kembali normal. Yang penting program JKN ini terus ada, karena sangat membantu orang yang tidak mampu seperti saya, tidak memikirkan biaya jadi lebih fokus untuk penyembuhan,” tutup Painem. (fer/msn)