BANGSAONLINE.com - Kangkung sering disebut sebagai sayuran hijau yang dapat menimbulkan rasa kantuk setelah dikonsumsi. Anggapan ini membuat sebagian orang menghindari makan kangkung sebelum beraktivitas karena khawatir tubuh menjadi lesu.
Namun, benarkah kangkung memang menyebabkan kantuk? Berikut penjelasannya
Kangkung kaya nutrisi seperti vitamin A, C, K, kalsium, serat, dan antioksidan yang bermanfaat bagi daya tahan tubuh, pencernaan, serta fungsi otot dan otak. Sayuran ini juga mengandung magnesium, mineral yang membantu sistem saraf lebih rileks, serta sedikit triptofan, asam amino yang berperan dalam produksi hormon melatonin.
Kedua kandungan tersebut memang dikaitkan dengan rasa kantuk. Namun, jumlahnya dalam seporsi kangkung sehari-hari terlalu kecil untuk menimbulkan efek signifikan. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah kuat yang menyatakan kangkung secara langsung menyebabkan kantuk.
Rasa mengantuk setelah makan kangkung kemungkinan besar dipengaruhi faktor lain, seperti konsumsi makanan berlebihan, kurang tidur, stres, atau kelelahan. Dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif, kangkung tidak akan membuat tubuh menjadi lesu.
Sebaliknya, kangkung justru bermanfaat menjaga kesehatan secara menyeluruh. Meski aman dikonsumsi, penderita gangguan ginjal atau yang sedang menjalani pengobatan tertentu disarankan berhati-hati karena kandungan mineralnya cukup tinggi.
Kesimpulannya, anggapan bahwa kangkung membuat ngantuk lebih tepat disebut mitos. Kangkung tetap layak menjadi bagian dari menu harian karena kandungan gizinya yang mendukung kesehatan tubuh. (mg1/rom)










