Ringkasan Berita
- Amien Rais menyatakan Joko Widodo (Jokowi) sebagai 'musuh politik' Prabowo Subianto, merujuk pada video Budi Arie Setiadi yang disebut merancang penggulingan dan percepatan pilpres sebelum 2029.
- Amien mengaitkan penurunan elektabilitas Prabowo dalam survei dengan pengaruh Jokowi, serta mendorong Prabowo untuk lebih mandiri dan tegas dalam memimpin.
- Amien Rais mengidentifikasi tiga pejabat tinggi—Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Mendagri Tito Karnavian, dan Panglima TNI Agus Subiyanto—sebagai celah kelemahan dan 'resep' potensial untuk menjatuhkan pemerintahan Prabowo karena loyalitas mereka dianggap masih dekat dengan Jokowi.
- Ammen menyarankan Prabowo untuk mengevaluasi pejabat pemerintahan guna menunjukkan kemandirian dan melepaskan diri dari bayang-bayang pengaruh politik Jokowi.
JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Hubungan politik Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan setelah Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais melontarkan sejumlah tudingan.
Amien menyampaikan tudingan tersebut setelah video Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi bersama Jokowi beredar dan memicu polemik mengenai kemungkinan perubahan politik sebelum Pemilu 2029.
Amien bahkan menyebut Jokowi sebagai sosok yang dianggap menjadi lawan politik Prabowo. Ia mengaitkan pernyataan mengenai kemungkinan percepatan perubahan politik tersebut dengan dugaan upaya menggulingkan pemerintahan Prabowo.
"Ketika beberapa hari lalu Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi bersama Jokowi merancang penggulingan Prabowo dan mempercepat Pilpres sebelum tahun 2029, rakyat Indonesia jadi mengetahui ternyata musuh politik Prabowo tidak lain tidak bukan ya Jokowi itu," kata Amien Rais, dikutip Selasa (1/9/2026).
Amien tidak hanya menyoroti hubungan Prabowo dan Jokowi, tetapi juga kondisi politik pemerintahan saat ini. Mantan Ketua MPR itu mengungkit hasil sejumlah survei yang menurutnya menunjukkan penurunan elektabilitas maupun persepsi publik terhadap Prabowo.
Menurut Amien, Prabowo masih berada dalam bayang-bayang kekuatan politik Jokowi. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo.
"Belum lama ini sebuah survei yang dilakukan oleh SMRC menunjukkan angka itu merosot drastis. Dedi Mulyadi (Gubernur Jawa Barat) memperoleh angka 41 sampai 42 persen, sementara Mas Prabowo hanya 15 persen," ujar Amien Rais.
Amien kemudian mengingatkan Prabowo agar tidak mengambil posisi yang menurutnya terlalu ragu-ragu dalam menjalankan pemerintahan.
Ia mendorong Prabowo untuk lebih mandiri dalam menentukan arah politik dan tidak bergantung pada pengaruh kelompok tertentu.
Amien selanjutnya menyoroti tiga pejabat tinggi negara yang menurutnya masih memiliki kedekatan atau loyalitas politik dengan Jokowi. Ketiganya adalah Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Amien bahkan menyebut keputusan mempertahankan ketiga pejabat tersebut sebagai salah satu celah yang dapat memperlemah posisi Prabowo.
"Ada resep paling mudah untuk menjatuhkan Presiden Prabowo: pertahankan terus Kapolri, pertahankan terus Mendagri, juga pertahankan terus Panglima TNI," ucap Amien.
Dalam pandangannya, Prabowo perlu menunjukkan kemandirian sebagai kepala negara, termasuk ketika mengevaluasi jajaran pejabat di pemerintahan. Menurut Amien, langkah tersebut penting apabila Prabowo ingin benar-benar terlepas dari pengaruh politik Jokowi.










