JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pemkab Jember menempuh langkah inovatif untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya sektor pendidikan masyarakat dewasa. Program pembelajaran kejar paket kini diintegrasikan dengan aktivitas keagamaan di majelis taklim.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyebut strategi ini dirancang untuk menjawab tantangan indikator Rata-rata Lama Sekolah (RLS), terutama bagi warga berusia 25 tahun ke atas.
“Melalui skema ini, kegiatan pembelajaran kejar paket akan diintegrasikan langsung ke dalam rutinitas kegiatan majelis taklim,” ujarnya usai rapat paripurna, Selasa (1/9/2026).
Dengan mekanisme tersebut, jemaah pengajian dapat mengikuti proses belajar hingga memperoleh ijazah kesetaraan yang diakui negara. Pemkab Jember juga menyiapkan stimulus berupa bantuan seragam pengajian dan sarana pembelajaran untuk mendorong partisipasi.
Strategi peningkatan RLS ini didukung Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp223 miliar. Sebagian dana berstatus earmarked untuk kebutuhan operasional tetap, seperti gaji pegawai, sementara sisanya dialihkan ke program pemacu IPM.
Kepala daerah yang akrab disapa Gus Fawait itu menilai, sektor kesehatan dan ekonomi Jember sudah berada di jalur yang benar, dengan layanan Home Care dan perluasan jaminan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC).
Ia menegaskan seluruh penyesuaian anggaran tetap sesuai regulasi dan berpatokan pada RPJMD serta RKPD yang telah disahkan bersama DPRD.
“Seluruh program dirancang berdasarkan panduan RPJMD dan RKPD, sehingga tidak ada satu pun pengalokasian anggaran yang keluar dari koridor aturan hukum,” katanya. (yud/mar)










