Ringkasan Berita
- Puluhan warga Desa Kemlagilor mendatangi balai desa karena resah dengan isu seorang perempuan melahirkan tanpa ikatan nikah dan dugaan bahwa bayi tersebut adalah anak dari ayah tirinya, yang belum terbukti secara hukum.
- Warga yang didominasi pemuda dan kaum ibu mendesak pemerintah desa dan pihak berwajib untuk segera bertindak, khawatir isu ini dapat memicu konflik sosial yang lebih luas jika tidak ada kejelasan.
- Pertemuan tertutup digelar antara perangkat desa, polisi, dan perwakilan warga untuk membahas langkah mediasi, namun hingga saat ini polisi menyatakan belum menerima laporan resmi terkait kasus ini.
LAMONGAN,BANGSAONLINE.com - Puluhan warga Dusun Berasan, Desa Kemlagilor, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, mendatangi Balai Desa Kemlagilor pada Senin (31/8/2026) malam untuk menyampaikan keresahan terkait kasus seorang perempuan muda yang melahirkan bayi laki-laki tanpa ikatan pernikahan resmi.
Kedatangan warga tersebut dipicu isu yang menyebut bayi itu merupakan hasil hubungan antara perempuan tersebut dengan ayah tirinya.
Kendati demikian, tuduhan tersebut hingga kini belum terbukti secara hukum dan masih sebatas perbincangan di tengah masyarakat.
Warga yang didominasi pemuda dan kaum ibu itu mendesak pemerintah desa serta pihak berwajib segera mengambil sikap.
Mereka khawatir persoalan tersebut memicu konflik sosial yang lebih luas jika tidak ada penjelasan yang terang.
Salah seorang warga setempat menyebut isu kedekatan antara perempuan tersebut dan ayah tirinya bukan pertama kali berembus.
"Dulu sudah pernah melahirkan, sekarang yang kedua. Keluarganya memang tertutup dan tinggal satu rumah dengan ibunya," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, situasi di luar Balai Desa Kemlagilor tampak dipenuhi puluhan warga yang menunggu proses mediasi.
Sementara itu, di dalam ruangan balai desa berlangsung pertemuan tertutup yang dihadiri perangkat desa, Kepala Desa Kemlagilor Abdul Rohim, Kepala Dusun Berasan, perwakilan warga, serta aparat pengamanan dari Polsek Turi.
Dalam pertemuan tersebut, pihak berwenang dan perwakilan warga sempat mendiskusikan sejumlah opsi tindak lanjut, termasuk pengawalan pelaporan kepada penyidik Kepolisian.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid saat dikonfirmasi pada Selasa (1/9/2026) menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk terkait perkara tersebut.










