Survei ARCI: Bus Trans Jatim Jadi Program Khofifah-Emil yang Paling Disukai Warga

Sebanyak 82,5 persen warga Jawa Timur menyatakan puas terhadap program tersebut.

"Bus Trans Jatim tertinggi, dan harapan masyarakat adalah program Bus Trans Jatim terus diperluas ke wilayah-wilayah lain di Jawa Timur," jelasnya.

"Saat ini Bus Trans Jatim ada 8 koridor dan warga berharap untuk terus ditambah jangkauannya. Karena warga ingin transportasi umum bisa dijamin oleh pemerintah, dan itu mulai digarap oleh Khofifah saat memimpin Jatim," tambahnya.

Program beasiswa SMA/SMK swasta bagi warga tidak mampu juga dinilai dirasakan masyarakat. Sebanyak 76,8 persen warga menyatakan puas terhadap program beasiswa tersebut.

"Warga juga berharap di sektor pendidikan, Pemprov Jatim terus menekan kasus-kasus pungutan liar (pungli) di sekolah SMA/SMK negeri di Jawa Timur. Sejauh ini kepuasan warga tinggi terhadap komitmen Khofifah-Emil di sektor pendidikan," bebernya.

Untuk program pemutihan pajak, Baihaki menyebut tingkat kepuasan warga cukup tinggi. Namun, terdapat berbagai masukan, mulai dari ketentuan penghapusan denda pajak hingga layanan yang dinilai belum optimal.

"Kepuasan warga atas program pemutihan di angka 77,7 persen. Namun, banyak masukan seperti denda pajak yang dihapuskan ternyata hanya berlaku bagi wajib pajak yang telat membayar di atas 1 tahun. Bagi yang telat satu dua bulan, ada temuan wajib pajak masih membayar denda. Selain itu, layanan samsat corner perlu ditingkatkan," terangnya.

Lebih lanjut, program baru Khofifah-Emil, yakni Perisai Anak dan KIP Jawara, mendapat respons cukup positif dari warga.

"Sebanyak 78,1 persen warga Jatim puas dengan program Perisai Anak dan KIP Jawara. Harapannya program tersebut terus dijalankan secara konsisten," terangnya.

"Untuk pengelolaan sampah, 81,3 persen warga puas dengan kinerja Pemprov Jatim berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota," ungkapnya.

"Untuk program ketahanan pangan dan bansos plus, kepuasan mencapai 79,6 persen," tambahnya.

Baihaki menyebut warga masih mengeluhkan lambannya perbaikan jalan di Jawa Timur yang menjadi tanggung jawab PU Bina Marga.

"Kepuasan warga terhadap program perbaikan jalan provinsi oleh Bina Marga Jatim sangat rendah yakni 51,6 persen. Warga yang puas hanya 48,4 persen," terangnya.

"Perbaikan jalan menjadi salah satu permasalahan yang harus diselesaikan oleh Pemprov Jatim. Di mana mayoritas responden ingin Pemprov Jatim fokus untuk memperbaiki jalan provinsi di daerah-daerah," tambahnya.

Baihaki menambahkan, secara umum, tingkat kepuasan warga terhadap kinerja Khofifah-Emil pada periode kedua mencapai 79,6 persen.

Survei ARCI digelar pada 18-28 Agustus 2026 di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Survei tersebut melibatkan 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

ARCI menggunakan metode stratified random sampling dan menyatakan survei tersebut didanai secara mandiri. (dev/van)