Mengenal Stasiun Gubeng Surabaya, Pintu Utama Kereta di Jawa Timur

BANGSAONLINE.com - Stasiun Gubeng merupakan stasiun besar tipe A di Kota Pahlawan yang melayani perjalanan kereta api lokal maupun jarak jauh ke berbagai daerah di Pulau Jawa.

Stasiun ini berada di Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, dan dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VIII Surabaya.

Nama Gubeng diambil dari salah satu kecamatan di Surabaya, meski secara administratif stasiun ini tidak berada di wilayah tersebut. Stasiun Gubeng memiliki dua pintu masuk, yakni Gubeng Lama dan Gubeng Baru, yang sering membingungkan penumpang baru.

Gubeng Lama terletak di Jalan Stasiun Gubeng (Pintu Barat) dengan arsitektur klasik. Fasilitasnya meliputi loket tiket, ruang tunggu, musala, toilet, toko oleh-oleh, serta parkir motor.

Sementara itu, Gubeng Baru berada di Jalan Gubeng Masjid (East Gate) dan menjadi pintu utama dengan ruang lebih luas, tenant makanan lebih banyak, serta fasilitas modern seperti Luxury Lounge, ATM Center, dan gate masuk dengan face recognition.

Keduanya terhubung dan memiliki enam jalur utama. Jalur 1-2 di Gubeng Lama digunakan untuk kereta lokal dan Commuter Line.

Jalur 3-4 dipakai untuk langsiran lokomotif dan kereta barang. Jalur 5 melayani KA Pandalungan, Wijayakusuma, serta kereta barang.

Jalur 6 di Gubeng Baru digunakan untuk kereta jarak jauh kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif menuju Bandung, Yogyakarta, Jakarta, hingga Banyuwangi.

Penumpang kereta jarak jauh umumnya memilih masuk melalui Gubeng Baru, sedangkan penumpang kereta lokal lebih sering menggunakan Gubeng Lama. Meski demikian, keduanya tetap bisa digunakan sesuai tiket resmi yang dimiliki penumpang.

Dengan fasilitas lengkap dan akses yang terhubung, Stasiun Gubeng menjadi salah satu simpul transportasi penting di Jawa Timur, sekaligus pintu utama perjalanan kereta api dari Surabaya ke berbagai kota besar di Indonesia. (mg2/rom)