Buka Kejurkot Bulu Tangkis Wali Kota Cup 2026, Walkot Adi: Ajang Cari Bibit Atlet Profesional

KOTA PASURUAN,BANGSAONLINE.com -  Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo secara resmi membuka Kejuaraan Kota (Kejurkot) Bulu Tangkis Wali Kota Cup 2026 di SRV Badminton Hall, Sebani, Senin (24/8/2026).

Kejurkot Bulu Tangkis Wali Kota Cup 2026 menjadi salah satu agenda pembinaan olahraga sekaligus wadah untuk menjaring bibit atlet bulu tangkis potensial dari Kota Pasuruan.

Kejuaraan tersebut diikuti pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dan berlangsung pada 24-25 Agustus 2026.

Pembukaan kejuaraan turut dihadiri Wakil Wali Kota Pasuruan, Sekretaris Daerah, Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ketua PBSI, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan.

Dalam sambutannya, Adi Wibowo menyampaikan bahwa pelaksanaan Kejurkot Bulu Tangkis Wali Kota Cup merupakan bagian dari upaya pemerintah bersama insan olahraga untuk menemukan dan membina atlet-atlet potensial sejak usia dini.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan Kejurkot Bulu Tangkis Wali Kota Cup Pasuruan tahun 2026. Ini setiap tahun dilaksanakan dalam rangka mencari bibit-bibit bulu tangkis Kota Pasuruan,” ujar Adi Wibowo.

Menurutnya, Kota Pasuruan memiliki banyak atlet dan senior bulu tangkis yang telah mampu berkiprah hingga tingkat nasional. Karena itu, potensi tersebut harus terus dikembangkan melalui pembinaan yang berkelanjutan.

“Kota Pasuruan ini punya banyak senior bulu tangkis sampai tingkat nasional. Semua ingin menjadi juara, tetapi juara bukan satu-satunya tujuan,” katanya.

Adi Wibowo menegaskan, hal yang lebih penting dalam kejuaraan tersebut adalah meningkatkan kemampuan dan profesionalitas para atlet.

Melalui kompetisi tersebut, diharapkan muncul atlet-atlet terbaik yang nantinya dapat mewakili Kota Pasuruan dalam ajang yang lebih tinggi.

“Tujuannya adalah kemampuan profesional anak-anakku semua, atlet-atlet bulu tangkis Kota Pasuruan, sehingga nanti akan terseleksi atlet tingkat Kota Pasuruan, mulai dari usia dini, dewasa maupun yang muda untuk ke ajang tingkat yang lebih tinggi, baik tingkat provinsi maupun nasional,” tambahnya.

Selain kemampuan teknis, Adi Wibowo juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran selama bertanding.

Menurutnya, menjadi juara harus diraih melalui proses latihan, kerja keras, dan profesionalitas, bukan dengan cara-cara yang tidak sportif.

“Prinsip yang harus dipegang adalah sportivitas dan kejujuran dalam bermain. Semuanya ingin juara, tetapi tidak boleh curang,” tegasnya.

Ia mencontohkan banyak atlet nasional maupun internasional yang mampu mencapai prestasi tinggi karena menjalani proses latihan secara konsisten sejak usia dini.

“Banyak atlet, baik atlet nasional maupun internasional, itu karena profesional. Sejak kecil berlatih terus-menerus dan juga dengan profesionalitas,” pungkasnya. (afa/van)