Bangun Kawasan Industri, Pemkab Bangkalan Siap Serap 80 Persen Pekerja Lokal

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Pemkab Bangkalan menyambut serius rencana masuknya investasi dan pembangunan kawasan industri. Kehadiran industri dinilai menjadi momentum penting untuk menggerakkan perekonomian sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat Madura.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyebut industrialisasi menjadi solusi atas pengangguran dan lambannya pertumbuhan ekonomi daerah yang masih bergantung pada transfer pusat.

Hal itu disampaikan dalam penandatanganan MoU antara Pemkab Bangkalan dengan PT Wiraraja Madura International, Odascao LLC, dan Suzhou Artisan Decoration Engineering Co. Ltd., Kamis (10/9/2026).

“Hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah bagi Kabupaten Bangkalan. Ini bukti bahwa Madura masih diminati untuk tujuan investasi,” kata Lukman.

Ditegaskan olehnya bahwa sektor industri menjadi pilihan cepat untuk menciptakan lapangan kerja. Ia menyebut tingkat pengangguran terbuka di Bangkalan mencapai 31 ribu orang, sementara investor berkomitmen menyerap minimal 38 ribu tenaga kerja. 

“Kalau itu diserap, selesai sudah pengangguran kita,” tuturnya.

Pemerintah daerah setempat berharap, 70-80 persen tenaga kerja berasal dari putra daerah. Untuk mendukung hal itu, pemerintah akan bekerja sama dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dalam mempersiapkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan industri. 

“Investor sebenarnya siap 80 persen. Mereka memang berkomitmen di situ,” ucap Bupati Bangkalan.

Tiga perusahaan disebut siap membangun fasilitas industri, dengan pemerintah daerah menyiapkan lahan dan pematangannya. Pemkab juga tengah menyusun perda terkait investasi sebagai dasar penguatan kerja sama.

Selain itu, UMKM lokal didorong menjadi bagian dari rantai pasok kawasan industri. Lukman meminta dukungan seluruh elemen masyarakat agar industrialisasi menjadi gerakan bersama.

“Dukungan semua pihak, baik Forkopimda, tokoh masyarakat, alim ulama, mahasiswa, untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangkalan,” katanya. 

Ia menegaskan kehadiran industri di Bangkalan harus dimanfaatkan sebagai anugerah untuk mengurangi pengangguran dan persoalan sosial. (uzi/mar)