BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Pemkab Bangkalan bergerak cepat mengatasi dampak musim kemarau. Langkah nyata mulai dilakukan dengan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang mulai dilanda kekeringan dan krisis air.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini bergerak berdasarkan usulan langsung dari warga melalui aparat desa setempat. Eksekusi di lapangan dilakukan secara langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan.
"Sesuai laporan yang kami terima malam ini, ada sebanyak 20 desa yang telah mengajukan bantuan air bersih ke Pemkab Bangkalan," ujar Lukman Hakim pada Senin malam.
Sebagai langkah awal, bantuan air bersih diterjunkan ke dua desa di wilayah Kecamatan Tanah Merah, yaitu Desa Padurungan dan Desa Pangeleyan.
Untuk menyuplai kebutuhan warga di dua lokasi tersebut, Pemkab Bangkalan langsung memberangkatkan tiga unit armada mobil tangki air bersih.
Kepala BPBD Kabupaten Bangkalan, M. Zainul Qomar, menegaskan bahwa pengiriman perdana ini merupakan awal dari rangkaian panjang distribusi bantuan air bersih ke seluruh wilayah yang membutuhkan.
"Secara keseluruhan sudah ada sekitar 20 desa yang mengajukan bantuan," tutur Qomar.
Agar proses distribusi berjalan optimal dan tepat sasaran, Qomar menyebutkan bahwa pihaknya tidak bergerak sendiri, melainkan membangun kolaborasi lintas perangkat daerah.
"Atas arahan Bapak Bupati, BPBD bersama PDAM dan Dinas Sosial bersinergi dalam penyaluran bantuan ini. Semoga distribusi air bersih berjalan lancar, sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, dan dapat meringankan beban warga yang terdampak kekeringan," pungkasnya.
Hingga saat ini, Pemkab Bangkalan berkomitmen penuh untuk terus memantau peta wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Langkah penanganan yang cepat, terukur, dan berkelanjutan akan terus diprioritaskan demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat dasar tetap terpenuhi selama musim kemarau.










