Musrembang RKPD 2027 Bangkalan, Kepala Bappeda Jatim Minta Berdampak dan Selaras Program Nasional

Musrembang RKPD 2027 Bangkalan, Kepala Bappeda Jatim Minta Berdampak dan Selaras Program Nasional Mohammad Yasin, Kepala Bappeda Jatim

BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, Mohammad Yasin menekankan RKPD 2027 Kabupaten Bangkalan harus berdampak dan selaras dengan program nasional.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Bangkalan di Pendopo Pratanu, Selasa (31/3/2026).

"Jadi tadi kami beri beberapa arahan dari pemprov yang harus di perhatikan oleh kabupaten Bangkalan dan daerah lainnya untuk perencanaan ini harus selaras dengan program prioritas nasional," ujarnya

Ia menambahkan, keterbatasan fiskal serta penyesuaian belanja prioritas nasional harus menjadi perhatian sehingga perencanaan perlu difokuskan.

Menurutnya, program tidak perlu banyak, namun harus berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus mendorong ketahanan energi dan pangan, lanjut Yasin.

Dirinya juga berpesan bahwa dalam kondisi keterbatasan fiskal terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan.

Seperti peningkatan pendapatan melalui efisiensi dan pajak daerah, perbaikan postur belanja yang tidak efisien, serta pembangunan skema pembiayaan karena Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bangkalan ditopang sektor swasta atau usaha.

"Maka itu yang harus digerakkan, bagaimana menggandeng masyarakat untuk memaksimalkan kondisi tersebut sekreatif mungkin untuk pembangunan," cetusnya.

Di kesempatan tersebut, Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan RKPD 2027 masih difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar.

"Kita masih fokus di infrastruktur dan pelayanan dasar tapi di sela-sela itu kita akan lakukan upaya-upaya pembangunan yang berjangka panjang seperti investasi masuk serta peningkatan ekonomi sebagainya, Itu yang kita ramu di 2027," kata Bupati.

Ia menargetkan pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar mencapai 70–80 persen.

"Jadi target kita paling tidak infrastruktur dan pelayanan dasar itu jika di presentasikan 70-80 persen tapi Mudah-mudahan melebihi," tuturnya.

Lukman juga menambahkan akan memaksimalkan potensi sektor pangan yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

"Karena itu bidang yang memungkinkan dan menjadi program nasional serta disitu kita punya potensi," jlentrehnya.

Selain itu, ia menyebut Bangkalan sebenarnya surplus, namun proses dari hulu ke hilir belum terintegrasi sehingga masih mengambil beras dari Surabaya.

"Alhamdulillah perlahan kita sudah lakukan, kemarin dengan sop kita, kita sudah bisa mengeluarkan produk beras kita sendiri dan ini bisa menjadi entitas dan ekosistem baru," tandasnya. (mzr/uzi/van)