ASN Pemkab Bangkalan foto bersama di hari pertama masuk kerja menggunakan sepeda pancal, Rabu (25/3/2026).
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Ketegangan konflik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia mulai disikapi serius oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Sebagai langkah antisipasi krisis energi, Pemkab Bangkalan mulai menerapkan kebijakan hemat bahan bakar dengan menginstruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menggunakan sepeda saat berangkat kerja.
Kebijakan ini mulai terlihat pada hari pertama masuk kerja pasca-libur Lebaran, Rabu (25/3/2026). Area parkir mobil dinas di kompleks perkantoran Pemkab Bangkalan tampak lebih lengang dari biasanya karena sejumlah pegawai mulai beralih menggunakan sepeda pancal.
Wakil Bupati Bangkalan, Moh Fauzan Ja'far, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk realisasi rencana pemerintah dalam menghadapi situasi ekonomi global yang tidak menentu.
"Melihat perkembangan dan situasi yang tak menentu di Timur Tengah, mungkin akan berpengaruh terhadap perekonomian. Upaya mengantisipasinya adalah dengan hemat energi dan BBM," ujar Fauzan, Rabu (25/3/2026).
Selain sebagai upaya penghematan, Fauzan menjelaskan bahwa kebijakan bersepeda ini membawa dampak positif ganda, yakni mengurangi polusi udara di Bangkalan serta meningkatkan kebugaran para pegawai.
"Para pegawai bisa berolahraga saat berangkat dan pulang bekerja. Jadi bisa lebih bugar dan semangat dengan mengayuh sepeda," imbuhnya.
Saat ini, Pemkab Bangkalan tengah menyusun surat edaran (SE) resmi untuk mengatur penggunaan sepeda pancal pada hari-hari tertentu agar kebijakan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di seluruh instansi.
Terkait rencana penghematan energi lebih lanjut melalui skema work from home (WFH), Fauzan menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat.
"Ini dalam rangka merealisasikan rencana pemerintah untuk hemat energi dan menerapkan WFH. Yang pasti, kalau sudah ada aturannya dari pusat, akan segera kami terapkan," pungkasnya.
Langkah preventif yang diambil Pemkab Bangkalan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas anggaran daerah di sektor transportasi sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat dalam menghadapi fluktuasi harga energi dunia.

























