Tegas! Ketua DPRD Bangkalan Sebut Parkir Berlangganan Harus Profesional dan Bebas Pungutan Ganda

Tegas! Ketua DPRD Bangkalan Sebut Parkir Berlangganan Harus Profesional dan Bebas Pungutan Ganda Rapat koordinasi terkait penerapan parkir berlangganan di Bangkalan.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Ketua DPRD Bangkalan, Dedy Yusuf, menegaskan pentingnya pengelolaan parkir berlangganan secara profesional demi memberikan keadilan bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama sejumlah OPD terkait penerapan kebijakan parkir berlangganan, Kamis (8/1/2026).

Dedy mengingatkan agar warga yang sudah membayar parkir berlangganan tidak lagi dipungut biaya oleh juru parkir di lapangan.

“Jangan ada pungutan dua kali. Petugas parkir harus jeli membedakan kendaraan yang sudah berstiker dan yang belum,” ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan kebijakan ini bergantung pada kejelasan tanda. Ia meminta masyarakat memasang stiker parkir berlangganan di kendaraan, khususnya berpelat M (Bangkalan), sebagai bukti pembayaran.

Selain itu, Dedy mendorong pemerintah daerah melakukan sosialisasi masif melalui media sosial, media cetak, hingga pemasangan rambu di titik parkir.

“Harus ada penanda jelas, bahwa di area tertentu parkir gratis bagi yang sudah berlangganan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan, M. Hasan Faisol, menjelaskan skema parkir berlangganan sudah terintegrasi dengan pembayaran pajak kendaraan. Masyarakat yang membayar pajak STNK otomatis telah membayar parkir berlangganan dan memperoleh stiker sebagai tanda bukti.

“Kalau sudah bayar parkir berlangganan, masyarakat tidak perlu membayar parkir lagi,” ucapnya.

Ia meminta warga berani menolak jika masih ada pungutan parkir terhadap kendaraan berstiker. Dishub Bangkalan juga akan melakukan pembinaan terhadap juru parkir agar memahami aturan.

Terkait kesejahteraan juru parkir, Faisol menyebut mereka akan menerima honor Rp1-1,5 juta per bulan, bergantung pada tingkat keramaian lokasi. Menurut dia, kebijakan ini bukan sekadar retribusi, melainkan upaya menata wajah Bangkalan yang selama ini dicap semrawut dalam urusan parkir.

“Kami ingin memperbaiki citra Bangkalan. Jika ini berjalan baik, Bangkalan bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” pungkasnya. (uzi/mar)