Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, saat memberikan ceramah agama di depan jemaah shalat tarawih para pejabat dan pegawai Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Timur, Selasa (24/2/2026) malam. Foto: MMA/bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, memberikan ceramah agama di depan jemaah shalat tarawih para pejabat dan pegawai Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Timur, Selasa (24/2/2026) malam. Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu disambut langsung Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim.
“Pak Kiai Asep ini yang mendoakan saya waktu saya dilantik,” ujar Ibrahim sembari mengucapkan terimakasih atas kerawuhan kiai kharismatik itu.
Dalam acara Kajian Terawih Nusantara itu Kiai Asep menyampaikan tarushiyah tentang hikmah puasa dan apa saja yang membatalkan puasa. Menurut Kiai Asep, dalam bulan suci Ramadan Allah SWT memberikan pahala berkali-kali lipat terhadap manusia yang melakukan kebaikan.
“Orang yang melakukan kebaikan pada bulan suci Ramadan mendapat 10 kali pahala,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.
Karena itu Kiai Asep mengajak para pejabat dan pegawai BI melakukan banyak kebaikan dan menghindari kemaksiatan pada bulan suci Ramadan.
“Jangan sampai pada bulan Ramadan kita justru melakukan maksiat,” ujar putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu.
Beberapa pejabat BI mengangguk-ngangguk.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, memberikan cindera mata kepada Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, didampingi Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk. Foto: M. Mas'ud Adnan/bangsaonline.
Kiai Asep juga mengingatkan tentang perbuatan yang bisa menyebabkan puasa kita batal. Menurut Kiai Asep, kadang kita tidak sadar atau tidak tahu apa yang kita perbuat telah membatalkan puasa.
“Kalau kita berpegangan tangan dengan istri, tapi – mohon maaf – sampai kita mengeluarkan sperma, maka puasa kita batal,” tegas Kiai Asep memberi salah satu contoh perbuatan yang membatalkan puasa yang sering tidak kita sadari.
Kiai Asep juga minta para pimpinan Bank Indonesia membimbing bank-bank pemberi kredit. Menurut Kiai Asep, selama ini banyak sekali masyarakat kelas menengah ke bawah tidak bisa mengakses ke perbankan untuk mendapatkan modal usaha karena faktor persyaratan yang tak mampu mereka penuhi.
Menurut Kiai Asep, ini perlu bimbingan dan ketalatenan.
“Sehingga pengusaha kelas menengah ke bawah bisa tumbuh,” ujar kiai miliarder tapi dermawan itu.
Menurut Kiai Asep, membimbing bank-bank pemberi kredit itu adalah perbuatan baik yang akan mendapatkan 10 kali lipat pahala dari Allah SWT.
Dalam acara yang disiarkan secara online ke beberapa cabang Bank Indonesia itu Kiai Asep bercerita saat diundang Presiden Prabowo dalam acara silaturahim ulama di Istana Merdeka Jakarta belum lama berselang.
“Menurut Pak Prabowo selama 10 tahun ini perekonomian tumbuh tapi orang miskin justru bertambah.Sedangkan jumlah masyarakat kelas menengah ke bawah justru turun,” ujar Kiai Asep.

Para pejabat Bank Indonesia Jawa Timur foto bersama dengan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA seusai acara ceramah di Kajian Tarawih Nusantara Bank Indonesia. Foto: M. Mas'ud Adnan/bangsaonline.
Padahal, menurut Kiai Asep mengutip pernyataan Presiden Prabowo, secara rasio, jika pertumbuhan ekonomi naik, seharusnya masyarakat kelas menengah meningkat dan jumlah orang miskin turun.
Kenapa ini terjadi paradoks? “Karena akumulasi ekonomi hanya berputar di 52 keluarga. Ini kata Pak Prabowo,” ujar Kiai Asep yang pernah mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputra Nararya dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta.
Yang dimaksud 52 keluarga adalah para oligarki. Yaitu para konglomerat yang menguasai 70 hingga 80 persen ekonomi Indonesia sekarang. Dan kredit bank juga hanya berputar-putar pada 52 keluarga itu.
Karena itu Kiai Asep minta agar para pimpinan dan pegawai Bank Indonesia membimbing para bank-bank pemberi kredit agar para pengusaha kelas menengah ke bawah bisa juga mendapatkan kredit sebagai modal usaha.
“Sehingga cita-cita kemerdekaan terwujud, yaitu masyarakat Indonesia maju, adil dan makmur,” ujar Kiai Asep yang juga pernah mendapatkan penghargaan dari Bank Indonesia sebagai tokoh Penggerak Ekonomi Keuangan Syariah untuk Negeri.
Kiai Asep kemudian memimpin doa yang diamini para jemaah tarawih yang terdiri dari pimpinan dan pejabat serta karyawan Bank Indonesia Jawa Timur.
Kiai Asep hadir dalam acara Kajian Tarawih Nusantara BI itu didampingi Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk dari Universitas Al Azhar Mesir, Dr Achmad Rubaie, Pengawas Yayasan Unitomo, Mochamad Fachruddin, Wakil Ketua PAN Jatim dan Muhammad Ghofirin, Sekretaris One Pesantren One Product (OPOP) Jatim, M. Mas'ud Adnan CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE serta Ustadz Mukhlis, Bendahara Pondok Pesantren Amanatul Ummah.














