Ribuan warga NU yang mengikuti istighatsah dan doa bersama yang dipimpin Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, di Masjid Kampus Universitas KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto. Foto: bangsaonline
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, menilai bahwa serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran bukan hanya melanggar agama tapi juga nilai kemanusian dan kedaulatan sebuah bangsa. Apalagi Presiden AS Donald Trump dan Perdana Meneri Israel Benjamin Netanyahu terang-terangan mau menjatuhkan pemerintah Iran yang sah. Bahkan serangan militer AS dan Israel telah menyebabkan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei meninggal.
“Karena itu mari kita berdoa semoga Donald Trump dan Benjamin Netanyahu segera mendapat adzab dari Allah SWT. Dunia ini sudah kotor akibat Trump,” tegas Kiai Asep Saifuddin Chalim dalam acara istighatsah dan doa bersama yang diikuti 2.400 warga NU di Masjid Kampus Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet Mojokerto, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Kiai Asep, Trump telah mengotori dunia dengan menyalakan perang, membunuh seorang ulama, bahkan keturunan Rasulullah SAW.
"Umat Islam harus peduli. Ketika peristiwa besar itu terjadi. Seorang pemimpin Islam dibunuh tak ubahnya ayam," tambah Kiai Asep.
2.400 warga NU itu berasal dari Kecamatan Jetis Mojokerto dan sekitarnya.
Dalam catatan BANGSAONLINE, Kiai Asep tiap bulan suci Ramadan mengeluarkan banyak sedekah dan zakat. Bahkan zakatnya mencapai sekitar Rp 6 miliar hingga Rp 8 miliar.
Sedekah dan zakat itu dibagikan kepada masyarakat Mojokerto dan sebagian warga Surabaya. Tiap kecamatan diudang sekitar 1.200 atau lebih warga.
“Sesuai jumlah warga tiap kecamatan. Kalau jumlah warganya kecil paling kita undang 7.500 orang,” ujar Kiai Asep kepada BANGSAONLINE.
Kabupaten Mojokerto terdiri dari 18 kecamatan. Yaitu Dawarblandong, Kemlagi, Jetis, Gedeg, Mojoanyar, Sooko, Bangsal, Puri, Trowulan, Jatirejo, Dlanggu, Mojosari, Pungging, Kutorejo, Ngoro, Gondang, Trawas, dan Pacet.
Menurut Kiai Asep, kiai dan tokoh masyarakat – terutama NU - dari 18 kecamatan itu diundang secara bergantian ke Masjid Kampus KH Abdul Chalim. Dan Kiai Asep selalu mengajak para kiai dan tokoh masyarakat dari 18 kecamatan itu untuk bersama-sama mendoakan Trump dan Netanyahu agar segera mendapat peringatan dari Allah SWT.
Kiai Asep mengatakan, sebagai orang Islam kita harus ikut berbuat dalam perang antara Iran dan AS serta sekutunya. Minimal berdoa agar Trump dan Netanyahu mendapat teguran dan balasan dari Allah SWT.
“Kalau kita sudah berdoa berarti kita sudah lepas dari dosa,” ujar pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu.
Kiai Asep mengaku akan terus mengajak ulama dan tokoh masyarakat untuk memerangi kebatilan Trump dan Netanyahu lewat doa.
“Karena Trump dan Netanyahu telah membunuh seorang ulama alim dan pemimpin negara Islam yang sah dan berdaulat,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.
Memang Kiai Asep, dalam setiap kegiatan selalu mengawali istighatsah dan doa untuk kemenangan Iran melawan AS dan Israel. “Ini perlu terus digemuruhkan agar semua umat Islam secara nasional dan di semua dunia ikut berdoa sehingga kebatilan Trump dan Netanyahu segera berakhir,” ujar putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu.















