Amirulhaj Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA di Atafah. Foto: Mohammad Sulthon Neagara/bangsaonline
MAKKAH, BANGSAONLINE.com – Amirulhaj Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, mengatakan bahwa wukuf di Arafah adalah waktu paling mustajab untuk doa.
“Jadi, Arafah di saat wukuf itu waktu mustajab. Dosa-dosa kita akan diampuni dan doa-doa kita akan dikabulkan oleh Allah. Dan Allah menyaksikan keberadaan kita dengan para malaikatnya,” ujar Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, kepada Muhammad Sulthon Neagara, wartawan BANGSAONLINE yang mewawancarai di Makkah, Selasa (26/6/2026) waktu Arab Saudi.
BACA JUGA:
- Amanatul Ummah Terima Sapi Kurban Presiden, Wapres, Gubernur, Wagub, Sekda, PAN, BPN, & Wali Santri
- Amirulhaj Tinjau Adahi, Kiai Asep Pastikan Penyembelihan Dam Jemaah Haji Sah Secara Syariah
- Jelang Armuzna, Ini Taushiah Penting Amirulhaj Prof Kiai Asep kepada Jemaah Haji dan Petugas Haji
- UAC Bakal Buka Program Nuklir, Program Hukum Keluarga Islam Jadi Ilmu Layak Jual, Jika...
Bahkan, menurut Kiai Asep, para malaikat di Arafah itu juga ikut memintakan ampunan kepada Allah untuk mereka yang sedang wukuf dan berdoa di Arafah.
“Dan Allah mengabulkan doa-doa mereka yang di Arafah,” tegas pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu.
“Realisasi orang berhaji itu kan Arafah. Alhajju arafah,” ujar Kiai Asep lagi.

Amirulhaj Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA bersama Mohammad Sulthon Neagara, wartawan BANGSAONLINE di Daker Makkah, Selasa (26/6/2026) waktu Arab Saudi.
Putra pendiri NU dan pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu juga mengatakan bahwa orang yang menunaikan ibadah haji itu merupakan tamu undangan Allah.
Dan karena tamu Allah, tutur Kiai Asep, maka Allah menyajikan suguhan. “Suguhannya berupa ampunan dosa-dosa. Dan dikabulkannya doa-doa. Oleh karena itu, kita yang di Arafah harus banyak meminta ampunan dan berdoa,” ujar Kiai Asep.
Kiai miliarder tapi dermawan itu mengingatkan bahwa haji jangan hanya sebagai simbol. “Tapi ambil hikmah wukuf di Arafah dengan minta ampunan” ujarnya.
Kiai Asep lalu menjelaskan cara memohon ampunan. Menurut dia, permohonan ampunan itu harus disertai dengan tiga hal.
Pertama, mencabut diri dari kemaksiatan yang selama ini dilakukan. Kedua, menurut Kiai Asep, kita harus menyesali kenapa harus melakukan itu.
Dan ketiga, “Kita harus berjanji tidak akan melakukannya lagi,” ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




