Tiga Kiai Ini Saling Menolak Pimpin Doa, Semoga Jadi Akhlak Muktamar ke-35 NU

SEMARANG, BANGSAONLINE.com – Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, melakukan silaturahim dengan KH Ubaidullah Shodaqoh, Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah dan Rais Syuriah PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KH Mas’ud Maksudi, Senin (27/6/2026) sore.

Acara silaturahim itu berlangsung di Pondok Pesantren Al Itqon Tlogosari Wetan Bugen Pedurungan Semarang Jawa Tengah. Yaitu pesantren yang diasuh Kiai Ubaid, panggilan akrab Kiai Ubaidullah Shodaqoh.

Kiai Asep tiba sekitar pukul 16.00 sore di kediaman Kiai Ubaid. Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu didampingi Mbah Ud, panggilan akrab Kiai Mas’ud Masduki, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Ar-Robithoh Krapyak Lor Sleman Yogyakarta.

Pantauan BANGSAONLINE di lokasi, tiga kiai kharismatik itu sama-sama prihatin atas konflik NU yang berimbas negatif pada marwah jam’iyah diniyah ijtima’iyah Nahdlatul Ulama.

“Para kiai prihatin dan sepakat mencari solusi kepemimpinan NU ke depan,” ujar Kiai Asep Saifuddin Chalim kepada BANGSAONLINE usai acara silaturahim tersebut di lokasi.

Menurut Kiai Asep, Kiai Ubaid dan Mbah Ud sepakat bertemu kiai sepuh demi masa depan NU.

 “Insyaallah kami akan silaturahim ke kiai sepuh,” ujar putra pendiri NU KH Abdul Chalim yang juga ketua umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Acara silaturahim itu kemudian ditutup dengan doa. Yang menarik, tiga kiai itu sama-sama menolak ketika dipersilakan memimpin doa.

“Mboten-boten jenengan mawon,” ujar tiga kiai itu saling menolak memimpin doa. Kiai Asep mendorong  Kiai Ubaid memimpin doa karena beliau tuan rumah. Sebaliknya, Kiai Ubaid justeru minta Kiai Asep yang memimpin doa karena Kiai Asep lebih senior. Begitu juga Mbah Ud.

Akhirnya mereka sepakat ambil solusi jalan tengah. Kiai Ubaid selaku tuan rumah memimpin pembacaan fatihah. Setelah itu Kiai Asep mempersilakan Mbah Ud memimpin doa. Baru Kiai Asep memimpin doa pamungkas.

Adab dan akhlak para ulama NU memang luar biasa. Semoga adab atau akhlak seperti inilah yang akan menjadi pondasi utama Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang pada 27 – 31 Agustus 2026 mendatang. Sehingga para kiai saling menolak untuk menjabat Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU, bukan malah saling rebutan jabatan yang sejatinya adalah amanah sangat berat yang harus dipertanggungjawabkan di haribaan Allah SWT.