Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim saat memberikan motivasi kepada para calon relawan Gus Afif di Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Jumat (6/3/2026). Tampak juga Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk, Dr Achmad Rubaie, Dr Afif Zamroni, Muhammad Fachruddin dan Yoyok. Foto: bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Meski Pemilu Legislatif masih kurang empat tahun tapi para caleg Partai Amanat Nasional (PAN) mulai melakukan konsolidasi. Setidaknya, itulah yang dilakukan Dr Afif Zamroni (Gus Afif), calon anggota DPR RI dari PAN.
Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA mengundang sekitar 50 calon relawan dari Jombang untuk konsolidasi di Surabaya. Sebanyak 50 calon relawan dari Jombang itu diorganisasi Yoyok, tokoh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
“PAN sudah bukan partai orang-orang Muhammadiyah, tapi Partai Anak Nahdliyin,” kelakar Kiai Asep Saifuddin Chalim dalam acara konsolidadi yang digelar di Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Jumat (6/3/2026).
“Mas Afif ini menantu saya, masak Mas Afif Muhammadiyah,” tambah kiai miliarder tapi dermawan itu.
Kiai Asep memang membiarkan keluarga besarnya masuk ke partai politik manapun.Yang penting, punya komitmen untuk menyejahterakan masyarakat dan memajukan bangsa Indonesia.
“Rakyat kecil sekarang menjerit, kapan Indonesia sejahtera. Sekarang Indonesia dijajah oligarki,” kata Kiai Asep.

Calon relawan Gus Afif. Foto: bangsaonline
Karena itu, tegas Kiai Asep, kita harus berjuang di berbagai lini, termasuk di legislatif dan eksekutif, untuk mengubah kondisi Indonesia yang hanya dikuasai oleh segelintir orang.
“Kata Presiden Prabowo, Indonesia hanya dikuasai 52 keluarga,” ujar Kiai Asep yang belum lama beselang diundang Presiden Prabowo dalam pertemuan para ulama di Istana Negara Jakarta.
Menurut Kiai Asep, 52 keluarga itu adalah para konglomerat yang sekarang disebut oligarki. Ironisnya, para konglomerat itu justru diragukan kepeduliannya terhadap nasib masyarakat Indonesia. Faktanya, para oligarki itu justeru menguasai 70 persen ekonomi Indonesia. Sementara masyarakat Indonesia banyak kesulitan ekonomi dan rendah dari segi pendidikan.
Karena itu, tegas Kiai Asep, Indonesia harus dikendalikan oleh tokoh-tokoh yang punya komitmen terhadap kemajuan dan kesejahteraan rakyat.
“Jangan membebani negara. Lebih baik kita memberi para negara,” ujar pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu.
Ia mencontohkan putra sulungnya, Dr Muhammad Al Baraa (Gus Bara) yang sekarang menjabat Bupati Mojokerto. Menurut Kiai Asep, Gus Bara jadi bupati tak mencari keuntungan. Apalagi korupsi.
“Saya sudah ngomong kepada wartawan. Tangkap kalau ada orang minta fee proyek mengaku untuk bupati,” ujar Kiai Asep sembari mengatakan bahwa Gus Bara sudah membedah 700 rumah tak layak huni.
Selain Kiai Asep juga tampil Dr Achmad Rubaie sebagai motivator. Ketua Harian DPW PAN Jatim itu mengatakan bahwa Gus Afif maju sebagai caleg PAN untuk memperjuangkan cita-cita.
“Apa cita-citanya? Yaitu perubahan. Untuk sebuah perubahan harus ada gerakan,” ujar mantan anggota DPR RI itu.
Ia kemudian bertanya kepada para relawan, apakah selama ini kenal dengan anggota DPR RI yang mewakili aspirasi masyarakat Jombang. Para relawan itu mengaku tak kenal.
“Apa kenal anggota DPR RI dari PAN?,” tanya Rubaie kemudian. Lagi-lagi para relawan itu mengaku tak kenal.
“Karena itu Gus Afif maju untuk calon DPR RI agar panjengan semua punya wakil dan dekengan dari pusat,” ujar Rubaie.
Menurut Rubaie, Jombang adalah kota nahdliyin. “Dengan bimbingan Kiai Asep, wakilnya harus dari nahdliyin, yaitu Gus Afif,” ujarnya.
Rubaie kemudian menanyakan beberapa nama calon relawan. Satu-satu mereka menyebut namanya masing-masing.
“Mulai sekarang, kalau bapak ditanya sinten panjengan, harus dijawab kulo Gus Afif ya,” ujar Rubaie yang disambut tawa.
Rubaie kembali bertanya: panjenengan sinten?. Para calon relawan kompak menjawab: kulo Gus Afif.
Sementara Gus Afif dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada para relawan yang berkenan hadir dalam acara konsolidasi tersebut.
Dalam acara itu hadir Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk asal Mesir dan Wakil Ketua DPW PAN Jatim Muhamamd Fachruddin.















