PWNU dan 13 PCNU Kalsel Sepakat Kiai Asep Masuk Ahwa, Ingatkan Muktamar Chaos karena SK

BANJARMASIN, BANGSAONLINE.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan (Kalsel) dan 11 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di Kalimantan Selatan (Kalsel) sepakat memasukkan Tuan Guru Muhammad Wildan Salman dan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, sebagai calon anggota Ahlul Halli Wal ‘Aqdi (Ahwa).

“Kita sepakat ya Kiai Wildan dan Kiai Asep kita usulkan masuk Ahwa di Muktamar ke-35 NU. Alfatihah....,” tegas Ketua PWNU Kalimantan Selatan Dr. KH. Muhammad Tambrin, M.M.Pd, kepada 11 PCNU ketika menutup acara silaturahim dengan Kiai Asep Saifuddin Chalim, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur di Hotel Aria Barito Banjarmasin, Jumat (31/7/2026) malam.

Tuan Guru Muhammad Wildan Salman adalah Rais Syuriah PWNU Kalimantan Selatan. Namun Kiai Wildan dalam acara itu tak hadir karena alasan kesehatan.

“Kiai Wildan tidak bisa hadir karena belum sehat. Beliau baru operasi,” ujar Prof Dr KH Fathurrohman, Katib Syuriah PWNU Kalsel yang hadir dalam acara silaturahim itu.

Ketua PWNU Kalsel Kiai Muhammad Tambrin memutuskan untuk memasukkan Kiai Asep sebagai calon anggota Ahwa setelah mendengarkan pendapat dari 11 PCNU yang hadir. Di Kalimantan Selatan ada 15 PCNU, tapi yang tiga PCNU tak tampak.

Menurut dia, setiap PCNU dan PWNU mengusulkan sembilan nama kiai atau ulama sebagai calon anggota Ahwa. "Yang sudah kita sepakati Kiai Wildan dan Kiai Asep. Untuk nama-nama kiai lainnya terserah ke masing-masing PCNU," ujar Kiai Muhammad Tambrin yang juga Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Selatan.

Menurut Kiai Tambrin, ayahanda Kiai Asep, yaitu KH Abdul Chalim, merupakan salah satu ulama pendiri NU. Kiai Abdul Chalim, tutur Tambrin, memiliki komunikasi dengan KH Idham Chalid, ulama asal Amuntai Kalimantan Selatan yang menjabat Ketua Umum PBNU terlama. Yaitu selama enam periode, sejak 1956 hingga 1984 alias selama 28 tahun. Artinya, ayahanda Kiai Asep memiliki akar historis dengan para pengurus NU Kalimantan Selatan.

Karena itu Kiai Tambrin mengaku mendukung dan bahkan berdoa semoga dalam Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang Kiai Asep masuk sebagai salah satu anggota Ahwa dari sembilan anggota Ahwa.

Pantauan BANGSAONLINE di lokasi, saat sesi dialog banyak Rais Syuriah PCNU yang mengaku sudah tahu kiprah Kiai Asep di NU selama ini. Kiai Asep dikenal luas sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) yang sering turun ke daerah di luar Jawa untuk membentuk PW Pergunu dan PC Pergunu dengan biaya uang pribadi.

Kiai Asep tiap tahun memberikan 600 beasiswa ke kepada kader NU seluruh Indonesia dengan rekomendasi pengurus NU di daerah masing-masing.

“Saya sudah lama mengidoalkan Kiai Asep. Jadi kami minta Kiai Asep dimasukkan Ahwa,” ujar seorang Rais Syuriah PCNU.

Ia juga bertanya tentang masalah SK di beberapa PCNU yang belum selesai.

“Saya khawatir Muktamar chaos gara-gara SK dan ini sangat mencoreng Muktamar NU,” ujarnya.

Bahkan diantara Rais Syuriah PCNU itu ada yang minta ijazah doa yang biasa dilafalkan Kiai Asep saat shalat malam. Doa teks Arab dari Imam Ghazali yang ditulis di bagian akhir buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan karya M. Mas'ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE. 

Dalam acara silaturahim itu Kiai Asep menjelaskan tentang sejarah NU. Menurut Kiai Asep, NU didirikan dengan dua tujuan. Yaitu mengawal dan mengembangkan paham Aswaja dan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.

Acara silaturahim PWNU dan PCNU itu diigelar setelah acara pelantikan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Kalimantan Selatan yang diketuai Syahruddin. Acara pelantikan itu juga dihadiri Kakanwil Kementerian Agama Dr KH Muhamamd Tambrin yang juga Ketua PWNU Kalimantan Selatan.