Anggota DPD RI Dapil Jatim, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah, Iran memberikan akses khusus bagi kapal Indonesia untuk melintasi Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.
Anggota DPD RI Dapil Jatim, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, menilai langkah Iran sebagai bentuk penghargaan atas empati rakyat Indonesia terhadap situasi kemanusiaan di kawasan tersebut.
“Langkah Iran membuka Selat Hormuz bagi kapal Indonesia dapat dimaknai sebagai bentuk penghargaan terhadap empati rakyat Indonesia terhadap situasi kemanusiaan di kawasan tersebut,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Ketegangan di Timur Tengah meningkat seiring laporan kemungkinan dukungan tidak langsung dari China kepada Iran. Beijing disebut mempertimbangkan bantuan finansial hingga komponen persenjataan, meski tetap berhati-hati agar tidak terlibat langsung dalam konflik. Amerika Serikat juga memantau ketat dinamika kebijakan geopolitik China.
“Jika benar ada perubahan arah kebijakan dari China terhadap Iran, hal ini tentu akan memengaruhi dinamika geopolitik kawasan. Stabilitas keamanan dan jalur distribusi energi dunia menjadi faktor yang sangat krusial,” kata Ning Lia.
Sumber internasional menyebut Rusia diduga turut membantu Iran melalui data intelijen, termasuk citra satelit pergerakan pasukan Amerika Serikat. Eskalasi konflik semakin tajam setelah serangan pesawat nirawak Iran menewaskan enam tentara AS di Kuwait, disusul peluncuran ribuan drone dan ratusan rudal ke fasilitas militer dan sipil.
Sebagai balasan, operasi militer Amerika Serikat bersama Israel dilaporkan menghantam lebih dari dua ribu titik strategis di Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran internasional terhadap meluasnya konflik regional yang berpotensi mengganggu stabilitas global dan perdagangan energi dunia. (rev/mar)




















