Anggota DPD RI Dapil Jatim, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anggota DPD RI Dapil Jatim, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, menyambut positif inisiasi pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) Halal tingkat provinsi PT Jatim Graha Utama (JGU), BUMD milik Pemprov Jatim,
Menurut dia, keberadaan RPH Halal tingkat provinsi sejalan dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
“Jaminan produk halal itu dari hulu sampai hilir, termasuk proses pemotongan atau penyembelihan hewan. Apalagi mayoritas warga Jawa Timur adalah muslim, sehingga butuh jaminan halal dari produk yang dikonsumsi,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Ia menambahkan, konsumsi daging di Jatim sangat tinggi, dengan produksi daging sapi mencapai lebih dari 100 ribu ton pada 2021-2022.
“Namun Jatim tetap menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan daging sapi nasional,” imbuhnya.
Ning Lia menjelaskan bahwa kebutuhan daging di Jawa Timur didominasi ayam ras pedaging dan sapi. Secara nasional, 4 provinsi di Pulau Jawa menyumbang lebih dari 60 persen produksi ayam ras pedaging pada 2023, dengan Jawa Timur sebagai kontributor terbesar.
“Di Jawa Timur, ketersediaan daging ayam ras beberapa tahun terakhir tercatat sering berada pada posisi surplus terhadap kebutuhan,” ucapnya.
Menurut dia, dengan populasi besar dan aktivitas ekonomi tinggi, kebutuhan daging di Jawa Timur pada 2024-2025 cenderung meningkat.
“Jawa Timur bukan hanya produsen utama daging sapi, tetapi juga memiliki populasi ternak sapi terbesar di Indonesia, sehingga berperan sebagai pemasok lebih dari 20 persen kebutuhan daging sapi nasional. Tentu potensi ini harus ditangkap, termasuk penyiapan RPH Halal yang modern dan terintegrasi,” paparnya.
Ditegaskan olehnya, keberadaan RPH Halal tingkat provinsi krusial untuk menjaga kualitas daging sekaligus memperkuat daya saing produk Jatim.
“Langkah PT JGU mengembangkan RPH Halal di tingkat provinsi menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus ekosistem industri halal di Jawa Timur,” pungkasnya. (mdr/mar)





