Anggota DPD RI Dapil Jatim, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia.
“Di Jawa Timur, ketersediaan daging ayam ras beberapa tahun terakhir tercatat sering berada pada posisi surplus terhadap kebutuhan,” ucapnya.
Menurut dia, dengan populasi besar dan aktivitas ekonomi tinggi, kebutuhan daging di Jawa Timur pada 2024-2025 cenderung meningkat.
“Jawa Timur bukan hanya produsen utama daging sapi, tetapi juga memiliki populasi ternak sapi terbesar di Indonesia, sehingga berperan sebagai pemasok lebih dari 20 persen kebutuhan daging sapi nasional. Tentu potensi ini harus ditangkap, termasuk penyiapan RPH Halal yang modern dan terintegrasi,” paparnya.
Ditegaskan olehnya, keberadaan RPH Halal tingkat provinsi krusial untuk menjaga kualitas daging sekaligus memperkuat daya saing produk Jatim.
“Langkah PT JGU mengembangkan RPH Halal di tingkat provinsi menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus ekosistem industri halal di Jawa Timur,” pungkasnya. (mdr/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






