JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia resmi meluncurkan Dashboard Publik Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat transparansi informasi serta memudahkan masyarakat memantau seluruh tahapan layanan haji secara mandiri.
Masyarakat kini dapat mengakses informasi tersebut secara langsung melalui tautan resmi: https://dashboard.haji.go.id.
BACA JUGA:
- 10 WNI Ditangkap Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj: Tanpa Izin Tak Bisa Berangkat
- Bukan Dipencet! Begini Cara Gunakan Toilet di Bandara Madinah, Jemaah Haji-Umrah Harus Tahu
- Suhu Madinah Tembus 40 Derajat Celcius, Jemaah Haji Diminta Waspadai Heat Stroke
- 14 Hari Penyelenggaran Haji 2026: 81.992 Jemaah Berangkat, Layanan Kursi Roda Diperketat
Dashboard ini menyajikan data dan statistik, mulai dari masa pra-operasional hingga operasional haji di lapangan. Beberapa fitur unggulan yang dapat dimanfaatkan publik antara lain:
- Statistik Jemaah: Informasi detail jemaah reguler, termasuk data lansia dan pengguna kursi roda.
- Pencarian Data: Fitur pencarian jemaah untuk memudahkan keluarga di tanah air.
- Logistik & Transportasi: Jadwal penerbangan (keberangkatan/kedatangan) serta detail akomodasi jemaah.
- Kondisi Kesehatan: Laporan jemaah yang sedang dirawat maupun data jemaah wafat.
- Peta Fasilitas: Peta terintegrasi yang menunjukkan lokasi fasilitas layanan jemaah di Tanah Air dan Arab Saudi.
Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, menegaskan bahwa kehadiran platform digital ini adalah bentuk tanggung jawab kementerian dalam menghadirkan tata kelola haji yang akuntabel dan informatif.
“Dashboard ini kami hadirkan agar masyarakat, keluarga jemaah, media, dan pemangku kepentingan dapat mengikuti perkembangan penyelenggaraan haji secara lebih mudah. Informasi yang tersaji diharapkan membantu publik mendapatkan gambaran layanan haji secara cepat dan terintegrasi,” ujar Hasan di Jakarta, Senin (04/05/2026).
Lebih lanjut, Hasan menjelaskan bahwa penyediaan data terbuka ini merupakan bagian dari transformasi layanan haji masa depan. Dengan sistem yang terintegrasi, pemantauan terhadap mobilitas dan kesehatan jemaah yang jumlahnya sangat besar dapat dilakukan secara lebih responsif.
“Prinsipnya, Kemenhaj ingin memastikan penyelenggaraan haji berjalan transparan, tertib, dan akuntabel. Setiap perkembangan layanan terus kami kawal, dan dashboard ini menjadi salah satu kanal informasi resmi yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” tambahnya.
Kemenhaj berharap dengan adanya akses informasi satu pintu ini, keluarga jemaah di Indonesia dapat merasa lebih tenang karena bisa memantau posisi dan kondisi kerabat mereka selama menjalankan ibadah di tanah suci. (msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






