Salah satu prosesi ritual di Petilasan Sri Aji Jayabaya, Kediri. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pelaksanaan Kirab dan Upacara Ritual 1 Suro di kawasan Petilasan Sri Aji Jayabaya, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Selasa (16/6/2026), dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Tradisi yang digelar setiap Tahun Baru Jawa ini merupakan bentuk penghormatan kepada Prabu Sri Aji Jayabaya. Prosesi kirab diikuti masyarakat Desa Menang, perwakilan Yayasan Hondodento Yogyakarta sebagai penggagas acara, serta sejumlah warga negara asing asal Prancis.
BACA JUGA:
- Angkat Tradisi Tosan Aji, RKA Senapati Nusantara ke-3 Digelar di Sleman
- Sambut Konjen AS, Wali Kota Kediri Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan
- Anggota DPRD Jatim ini Salurkan Apresiasi untuk 20 Pelaku Budaya di Kediri
- Gerak Jalan Napak Tilas Soedirman Kediri-Bajulan Kembali Digelar Setelah Vakum 16 Tahun
Sehari sebelum puncak acara, panitia menggelar pencucian Batu Manik dan kenduri di Pamuksan Sri Aji Jayabaya. Kirab dimulai dari Pendopo Balai Desa Menang menuju Pamuksan Sri Aji Jayabaya dan Sendang Tirta Kamandanu, dengan doa dan upacara terlebih dahulu di lokasi pamuksan.
Hartono, Juru Bicara Panitia, menyampaikan prosesi ini dimaksudkan untuk memperingati Tahun Baru Jawa sekaligus mengenang jasa Prabu Jayabaya yang terkenal dengan ramalan Jangka Jayabaya.
“Semoga dengan digelarnya prosesi peringatan Tahun Baru 1 Suro ini, kita semua mendapatkan berkah ndarai Yang Maha Kuasa,” katanya.
Kunci Sedang Tirto Kamandanu, Mbah Gino, menuturkan peringatan 1 Suro rutin digelar setiap tahun dan kali ini pengunjung lebih ramai dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, Ayu, warga Tarokan, Kediri, mengaku sengaja datang untuk menyaksikan langsung prosesi kirab.
“Peringatan 1 Suro harus dilestarikan karena tradisi ini merupakan peninggalan turun-temurun masyarakat Jawa,” ucapnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




