Dari kiri, mantan Bupati Mojokerto periode 2000-2008 Achmady, Wabup Mojokerto sekarang Muhammad Rizal, Bupati Mojokerto Gus Barra, bersama Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, DPRD, dan berbagai pihak yang telah membantu Mojokerto dalam menjangkau Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga melampaui target.
Karena menurut putra pendiri sekaligus Pengasuh PP Amanatul Ummah Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim itu, peningkatan ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak khususnya segenap anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, semoga kontribusi nyata yang diberikan selama ini dapat menghasilkan dampak positif dan memicu munculnya inovasi-inovasi lanjutan yang lebih dinamis terhadap tuntutan perubahan guna mewujudkan pembangunan di segala bidang yang lebih baik lagi,” papar Gus Barra, sapaannya, Senin (9/3/2026).
Ia merincikan, per tanggal 31 Desember 2025, PAD Kabupaten Mojokerto sebesar Rp2.824.854.150.800,90,- nominal ini melebihi target dari yang telah ditentukan, yakni Rp.2.766.828.619.998,- dengan tingkat capaian sebesar 102,10 persen.
Pertumbuhan ekonomi Mojokerto yang turut mengalami peningkatan sebesar 0,27 persen. Kabar baik tersebut diikuti dengan menurunnya indeks Gini (indeks pemerataan pendapatan) yang kini berada di angka 0,315.
Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sebesar 5,56 persen, angka tersebut lebih besar dibanding tahun lalu sebesar 5,29 persen, dan indeks Gini tahun 2025 sebesar 0,315, angka tersebut menurun dari tahun sebelumnya, yaitu 0,337.
“Berdasarkan data terbaru dari BPS Kabupaten Mojokerto yang dirilis pada 2026 ini, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto tercatat sebesar 6 koma sekian persen. Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto di atas angka 6. Sedangkan pusat 5,20 sekian, provinsi 5,30,” papar Gus Barra.
“Artinya, kita di atas pertumbuhan provinsi dan nasional. Dilihat dari perputaran uang yang ada di Kabupaten Mojokerto ini mencapai kurang lebih Rp120 triliun. Karena ekonomi baik, maka kemampuan daya beli masyarakatnya juga baik,” lanjutnya.
Gus Barra melanjutkan, hal ini berdampak pada turunnya angka kemiskinan. Tahun 2026, Pemkab Mojokerto telah menganggarkan Rp80 miliar lebih untuk kesehatan.
“Saya ingin memastikan bahwasanya masyarakat Kabupaten Mojokerto ketika sakit, mereka tidak sulit-sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Di samping itu, kita telah meningkatkan insentif guru TPQ, terlaksananya program bedah rumah, serta pemerataan pembangunan di segala bidang,” jelas Gus Barra. (ris/msn)















