BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Komunitas Bojonegoro History bakal menggelar Pameran Temporer 2026 bertajuk “Jejak Peradaban Bojonegoro”. Acara yang berlangsung selama tiga hari di Museum Rajekwesi ini dijadwalkan hadir mulai Jumat hingga Minggu, 11–13 September 2026, dengan menyajikan perpaduan agenda sejarah, budaya, literasi, arsip, dan seni kreatif.
Pengagum sejarah dan masyarakat umum dapat menikmati beragam rangkaian acara interaktif sepanjang gelaran berlangsung.
"Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat besok. Usai opening ceremony Pameran Temporer, pengunjung juga dapat mengikuti Walking Tour Kota Tua Vol. 1 dengan rute Perahu Besi Ngraho dan Kota Toea Padangan," terang Pendiri Komunitas Bojonegoro History, Muhammad Andrea.
Memasuki hari kedua, Sabtu (12/9/2026), agenda berlanjut dengan Seminar Sejarah bertema “Jipang dalam Jejak Prasasti dan Dinamika Jalur Maritim Bengawan Solo”. Usai seminar, peserta kembali diajak menyelami masa lalu lewat Walking Tour Kota Tua Vol. 2 yang menyusuri rute Perahu Besi Ngraho dan Kompleks Kota Toea Padangan.
Tak hanya tur sejarah lokal, hari Sabtu juga diisi dengan lokakarya penulisan dan jelajah sudut kota.
"Selain itu juga terdapat Writing Class x Relima Bojonegoro bertajuk “Bojonegoro dalam Sepotong Puisi”. Peserta juga dapat mengikuti Walking Tour Kota Bojonegoro Vol. 3 dengan rute sejumlah titik bersejarah, yakni Eks Karesidenan Bojonegoro, Kantor Pos, Rumah Singgah Bung Karno, Bioskop, dan Makam Pahlawan," lanjut Andrea.
Suasana Sabtu sore hingga malam makin semarak dengan hadirnya Sarasehan Budaya “Peradaban Islam Bengawan Bojonegoro” serta agenda Riding Memory Lane—hasil kolaborasi dengan BSLR yang mengajak peserta bersepeda santai sembari berbagi kisah sejarah dan arsip daerah.
Sebagai penutup pada Minggu (13/9/2026), panitia menyiapkan dua sesi kegiatan menarik. Pertama, Visit & Read x Bojonegoro Book Party bertema “Membaca Masa Lalu, Menafsir Masa Kini: Menelusuri Jejak Bojonegoro Lewat Foto, Teks, dan Memori Kolektif”. Kedua, kegiatan seni kreasi Art Paper Class x Wild Flower Art Home bertema “Colouring Geopark Bojonegoro”.
Andrea berharap perhelatan ini mampu menjadi wadah edukasi yang inklusif dan menyenangkan bagi warga.
"Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pameran Temporer 2026 tidak hanya menghadirkan pameran sejarah, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal Bojonegoro melalui berbagai pendekatan, mulai dari pameran, tur sejarah, seminar, sarasehan, literasi, arsip, bersepeda, hingga kegiatan seni kreatif," pungkasnya. (jku/rev)





