Mengenal Berbagai Jenis Tepung di Indonesia

BANGSAONLINE.com - Tepung terigu memang paling dikenal masyarakat, namun Indonesia memiliki beragam jenis tepung lain dengan karakteristik dan manfaat berbeda. Perbedaan utama terletak pada bahan dasar pembuatannya, mulai dari singkong, beras, hingga kacang hijau.

Tepung tapioka atau kanji berasal dari pati singkong dan menghasilkan tekstur kenyal. Tepung ini banyak digunakan untuk jajanan pasar seperti cireng, cimol, kerupuk, dan bakso.

Tepung terigu terbagi menjadi 3 jenis, yakni protein tinggi untuk roti, protein sedang untuk cake dan brownies, serta protein rendah untuk biskuit, pancake, dan kue kering.

Tepung ketan memiliki tekstur lengket dan kenyal, cocok untuk kue tradisional seperti gemblong, bugis, dan biji salak. Tepung maizena dari jagung berfungsi sebagai pengental saus dan memberi tekstur renyah pada gorengan.

Tepung sagu memiliki karakter mirip tapioka, digunakan dalam pempek, siomay, dan berbagai kue tradisional. Tepung roti atau panir dari roti tawar kering dipakai untuk melapisi nugget, risoles, dan katsu agar renyah.

Tepung beras menjadi bahan utama kue tradisional seperti nagasari, putu ayu, dan mangkuk, serta digunakan untuk membuat bihun dan kwetiau. Tepung hunkwe dari kacang hijau dipakai untuk puding, cendol, dan kue lapis dengan tekstur lebih kasar.

Selain itu, ada tepung kentang, ubi jalar, sorgum, hingga tepung Hongkong yang semakin memperkaya variasi kuliner Nusantara. Ragam tepung ini menunjukkan betapa luasnya pilihan bahan untuk memasak dan membuat kue di Indonesia. (mg2/rom)