SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keterbukaan dan kecepatan respons Polrestabes Surabaya dalam mengusut kasus sengketa penguasaan ruko beredar viral mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ning Lia saat menggelar audiensi bersama Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Rosyid Hartanto—yang mewakili Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan—pada Jumat (11/9/2026). Pertemuan ini dimanfaatkan untuk mendengarkan langsung progres penanganan perkara sekaligus menyamakan persepsi atas kronologi kejadian.
Ning Lia menilai kesediaan kepolisian membuka ruang dialog langsung merupakan cermin pelayanan publik yang edukatif, sehingga masyarakat tidak gampang terombang-ambing oleh simpang siur informasi di media sosial.
“Kami memberikan dukungan terhadap setiap langkah positif yang dilakukan Polrestabess Surabaya. Ketika komunikasi dibuka, masyarakat bisa memperoleh penjelasan secara utuh dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang hanya melihat persoalan dari satu sisi,” ujar Ning Lia.
Dalam kesempatan tersebut, Rosyid menjelaskan bahwa perselisihan berawal dari penguasaan ruko hasil lelang. Konflik kemudian meruncing dipicu tindakan gembok sepihak, pendudukan lokasi, penggantian kunci, pemasangan kamera pemantau (CCTV), hingga adu fisik antarpihak.
Merespons video viral yang sempat dikaitkan dengan aksi premanisme, Polrestabes Surabaya bergerak cepat menaikkan status penanganan perkara dan kini maraton memeriksa sejumlah saksi.
Kendati proses hukum berjalan, Polrestabes Surabaya tetap mendorong para pihak untuk mengedepankan jalan musyawarah. Opsi penyelesaian kekeluargaan dinilai masih terbuka lebar selama didasari iktikad baik, sukarela, dan tidak menabrak ketentuan hukum.

Ning Lia berharap pola pendekatan humanis berbalut profesionalitas kepolisian ini terus dipertahankan demi menjaga kepercayaan publik. Ia turut mengimbau masyarakat untuk kooperatif menyajikan informasi akurat dan menahan diri dari tindakan yang memicu keruhan situasi.










