Motor Masuk Kolong Truk di Waru Sidoarjo, Wanita 24 Tahun Tewas

SIDOARJO,BANGSAONLINE.com -Warga Kecamatan Taman beridentitas Farikha Auliza (24) meninggal usaimotor Honda Scoopy yang dikendarainya masuk ke kolong truk di Jalan Raya Brigjen Katamso, Janti, Kecamatan Waru, Jumat (18/9/2026) pagi.

Kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 08.51 WIB, tepatnya di depan Masjid Nurul Huda. Saat kejadian, Farikha mengendarai Honda Scoopy bernopol W-5136-NDC dari arah barat menuju timur.

Setibanya di lokasi, korban diduga hendak mendahului sebuah truk dari sisi kiri. Namun, saat bersamaan terdapat kendaraan yang keluar dari sebuah gang sehingga korban melakukan pengereman mendadak.

Kapolsek Waru Kompol Miftahul Amin mengatakan kecelakaan bermula ketika korban hendak menyalip truk.

Pada saat bersamaan, terdapat kendaraan yang keluar dari sebuah gang sehingga korban melakukan pengereman secara mendadak.

"Semula sepeda motor Honda Scoopy berjalan dari barat ke timur. Sampai di TKP hendak menyalip kendaraan truk dari sebelah kiri. Tiba-tiba ada kendaraan keluar dari gang yang tidak diketahui jenis dan nomor polisinya, sehingga pengendara Scoopy melakukan pengereman," kata Miftahul Amin.

Pengereman tersebut membuat motor yang dikendarai korban kehilangan kendali. Farikha kemudian terjatuh ke sisi kanan hingga masuk ke kolong truk bernopol W-9762-UQ yang dikemudikan Amin Tohari, 48, warga Krian.

"Pengendara Scoopy tidak terkendali sehingga selip dan jatuh ke kanan, masuk kolong truk dan terlindas ban belakang kiri truk," lanjutnya.

Akibat kecelakaan itu, Farikha mengalami luka parah. Nyawanya tidak tertolong setelah terlindas roda belakang kiri truk. Korban kemudian dievakuasi ke RS Siti Khodijah Taman.

Anggota Polsek Waru yang mendatangi lokasi langsung melakukan pengamanan dan membantu proses evakuasi korban. Penanganan serta penyelidikan kecelakaan selanjutnya ditindaklanjuti Unit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo.

Polisi turut mendata kendaraan dan pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Pengendara Scoopy diketahui memiliki SIM C dan STNK.

Sementara itu, pengemudi truk, Amin Tohari, juga dilengkapi SIM B1 dan STNK. Kelengkapan dokumen kedua pengemudi tersebut telah didata petugas sebagai bagian dari penanganan kecelakaan.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian kecelakaan tersebut.

Petugas juga masih mencari informasi mengenai kendaraan yang disebut keluar dari gang sebelum kejadian, yang hingga saat ini belum diketahui jenis maupun nomor polisinya. (cat/van)