Prof Akh Muzakki Resmi Diberhentikan, Menag Tunjuk Prof Amin Suyitno Plt Rektor UINSA

JAKARTA, BANGSAONLINE.com-Menteri Agama Republik Indonesia Prof Dr Nasaruddin Umar menunjuk Prof. Amien Suyitno sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UIN Surabaya. Amien Suyitno adalah Dirjen Pendidikan Islam.

“Jadi selaku Plt, Prof Suyitno akan bertugas sampai dengan dilantiknya Rektor UIN Surabaya yang baru dalam waktu secepatnya,” ujar Muhammad Zain, Kepala Biro SDM Setjen Kemenag, di Jakarta, Rabu 23 September 2026 seperti dilansir laman Kemenag.go.id.

Menurut Zain, penunjukan Plt Amien Suyitno itu mengacu pada Peraturan Menteri Agama No 17 Tahun 2021 tentang Perubahan atas PMA No 68 tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan yang Diselenggarakan Pemerintah.

Pasal 12 regulasi ini menyebutkan bahwa apabila masa jabatan Rektor/Ketua berakhir dan Rektor/Ketua yang baru belum dilantik, Menteri menetapkan perpanjangan masa jabatan Rektor/Ketua atau mengangkat pejabat lain sebagai pelaksana tugas (Plt) sampai dengan dilantiknya Ketua/Rektor baru.

Muhammad Zain juga menjelaskan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar telah memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Pemberhentian ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 060729/MA.KP.07/09/2026.

“KMA tentang pemberhentian Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya terbit menyusul surat pernyataan pengunduran diri yang disampaikan oleh Prof. Muzakki pada 22 September 2026,” ujarnya.

“Melalui KMA yang terbit pada 23 September 2026 ini, Menag memberhentikan Prof. Muzakki dengan hormat dan ucapan terima kasih atas jasa-jasanya selama ini,” tambah Muhammad Zain.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Prof Akhmad Muzakki, PhD, akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) Surabaya.

Akhmad Muzakki yang dilantik sebagai Rektor UINSA oleh Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar pada Selasa 15 September 2026 itu mengundurkan diri setelah didemo para mahasiswa dan dosen. Bahkan kampus UINSA disegel sehingga aktivitas UINSA lumpuh total.

Kepastian Akhmad Muzakki mundur itu disampakan Guru Besar UINSA Prof Dr KH Imam Ghazali Said, MA, kepada BANGSAONLINE.

“Prof Muzakki mengundurkan diri pukul 10 tadi malam, karena kondisinya sudah tidak kondusif,” ujar Kiai Imam Ghazali Said kepada BANGSAONLINE, Rabu (23/9/2026) pagi.

“Saya ditelepon pejabat Kemenag Jakarta tadi malam, beliau memberi tahu bahwa Prof Zakki sudah mundur,” imbuh sang professor itu lagi.

Akhmad Muzakki dilantik Menteri  Agama sebagai Rektor UINSA pada Selasa (15/9/2026) untuk periode kedua. Sebelumnya, ia telah menjabat sebagai rektor pada periode 2022-2026.

Namun pelantikan itu mendapat penolakan dari para civitas akademika, terutama mahasiswa dan dosen UINSA. Mereka menuntut Muzakki mundur karena dianggap merusak reputasi UINSA Surabaya. Terjadilah demo besar-besaran sampai kampus UINSA disegel.

Tapi Akhmad Muzakki tetap bertahan. Para pendemo kemudian mengadu ke Komisi VIII DPR RI. Mereka menjelaskan sepak terjang Akhmad Muzakki yang dianggap menebar ketakutan, otoriter, dan emosional.

Komisi VIII DPR langsung memanggil Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar. Mereka mendesak agar pengangkatan Prof Akhmad Muzakki sebagai Rektor UINSA segera dibatalkan. Gayung bersambut. Menag langsung menindaklanjuti desakan tersebut.

Menag berjanji untuk menyelesaikan kasus tersebut dalam jangka tiga hari. Ia juga menjamin kasus tersebut tak akan terulang.

"Saya berjanji tidak akan terjadi lagi. Kalau itu terjadi berarti saya gagal, dan saya tidak ingin karena saya sampai sistem negara kami ini yang kita cinta bersama ini bermasalah," tegas Prof Nasaruddin Umar saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Meski demikian ia tak mau menjelaskan apa yang akan ia lakukan. "Maka itu, saya tidak ingin sampaikan apa yang kami akan lakukan, tetapi saya berjanji jangankan 15 hari, Pak, 3 hari ini kami akan lakukan keputusan," kata Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut sembari memohon maaf karena ia mengaku belum menyelami sepenuhnya tentang peraturan pemilihan rektor.

"Saya tidak ingin kebobolan. Sejarah hidup saya di Kementerian Agama baru kali ini saya kebobolan dan ini saya mohon maaf betul-betul," tambah Nasaruddin Umar lagi