TUBAN, BANGSAONLINE.com - Memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban menggandeng M. Naf'an Dental Clinic menggelar bakti sosial dan edukasi kesehatan gratis di Kantor PWI Tuban, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan ini melibatkan pengurus, anggota, beserta keluarga PWI Tuban. Selain konsultasi dan pemeriksaan gigi tanpa biaya, acara juga diselingi penyerahan santunan kepada anak yatim PWI. Agenda sosial ini didukung oleh Polresta Tuban, BPJS Ketenagakerjaan Tuban, Lapas Tuban, dan Damkar Tuban.
Ketua PWI Tuban, Suwandi, menekankan bahwa edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman anggota wartawan dan keluarganya akan pentingnya perawatan gigi sejak dini.
"Kami berharap kegiatan ini bisa membuat anggota PWI dan keluarganya semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mulut dan gigi. Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan," ujar Suwandi.
Ia menambahkan, bakti sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama terhadap kesehatan wartawan serta masyarakat sekitar.
"Kegiatan juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya keluarga besar PWI Tuban. Selain bakti sosial, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut," bebernya.
Pemilik M. Naf’an Dental Clinic Tuban, drg. M. Naf’an, menyampaikan bahwa perawatan mulut tidak kalah vital dibanding organ tubuh lainnya untuk mencegah komplikasi penyakit di masa depan.
"Alhamdulillah, hari ini agenda kami dari M. Naf’an Dental Clinic Tuban bakti sosial bersama PWI Tuban dalam rangka Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional," kata drg. Naf’an.
"Jadi sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tidak hanya kesehatan jantung atau penyakit lain seperti darah tinggi dan diabetes, kesehatan gigi dan mulut juga sangat penting," imbuhnya.
Alumnus Universitas Airlangga (Unair) ini turut menggarisbawahi perlunya menjaga kesehatan gigi anak-anak sebagai penunjang masa depan, khususnya bagi yang berniat mendaftar ke jenjang sekolah kedinasan.
“Lebih baik dari awal supaya nanti perawatannya tidak terlalu kompleks,” terangnya.
Secara khusus, drg. Naf’an menyinggung profesi jurnalis yang menuntut interaksi publik secara intensif. Menurutnya, kondisi fisik gigi yang terawat akan menambah rasa percaya diri wartawan saat berkomunikasi dan melempar senyum di lapangan.
"Untuk rekan-rekan PWI, keluarga besar PWI yang profesinya sebagai wartawan untuk komunikasi kepada orang, untuk berbicara, untuk senyum, pasti kita sama setiap orang kita senyum lepas karena giginya juga tidak ada masalah," ungkap Naf'an.
Ia berharap edukasi sederhana—seperti membiasakan gosok gigi dua kali sehari setelah makan dan sebelum tidur—dapat langsung diterapkan mulai dari lingkup keluarga terkecil.
"Semoga setelah kami dari sini ada hal-hal sederhana yang sudah bisa dilakukan oleh keluarga besar PWI untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, dimulai dari keluarga kecil, anak, bapak. Tentunya ya sekaligus mencegah munculnya berbagai masalah kesehatan gigi di kemudian hari," tutupnya. (wan/rev)










